Iklan Banner Sukun
Ragam

Peringati Hari AIDS Sedunia, Ini 5 Hal yang Perlu Diindari Agar Tidak Terkena AIDS

(Foto: Anna Shvets, pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – AIDS adalah kepanjangan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. Penyakit yang seringkali muncul akibat hubungan seks yang terus berganti-ganti pasangan.

Setiap tanggal 1 desember dunia memperingati hari AIDS. Sebuah peringatan untuk mengingat masyarakat akan bahayanya penyakit ini. AIDS merupakan penyakit yang mematikan.

Bahkan, hampir belum mungkin untuk disembuhkan. Sebab, belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit ini.

AIDS meruopakan penyakit yang disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). HIV adalah virus yang menyerang sel-sel yang membantu tubuh melawan infeksi sehingga membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit lain.

Virus ini menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh tertentu dari orang penderita HIV. Agar tidak tertular penyakit berbahaya ini, lakukan beberapa hal berikut.

1. Hindari seks bebas

Seks bebas sangat memungkinkan bagi Anda untuk terinfeksi virus HIV/AIDS. Sehingga jika melakukan hubungan seks vaginal, anal, atau oral virus ini bisa masuk ke tubuh melalui sariawan atau robekan kecil.

Hal ini terkadang berkembang di rektum atau vagina saat melakukan aktivitas seksual. Agar terhindar, gunakan alat pelindung baru setiap kali berhubungan seks dengan anal atau vaginal.

2. Berbagi jarum

Berbagi perlengkapan obat-obat yang terkontaminasi seperti jarum dan alat suntik dapat membuat Anda terinfeksi HIV/AIDS. Selain itu penggunaan jarum suntik dari orang lain ini juga bisa menyebabkan penyakit menular lain, seperti Hepatitis.

Agar terhindar pastikan Anda menggunakan jarum suntik baru setiap kali berobat. Selain itu, anda juga perlu membuang bekas suntik yang anda gunakan agar tidak digunakan orang lain.

3. Transfusi darah

Dalam beberapa kasus, virus dapat ditularkan melalui transfusi darah. Sejumlah rumah sakit dan bank darah di Amerika saat ini bahkan telah menyaring suplai darah guna antibodi HIV/AIDS.

Sehingga risiko penularan lewat transfusi darah sangat kecil. Saat Anda hendak melakukan transfusi darah, pastikan dahulu darah yang akan Anda gunakan benar-benar bersih.

4. Selama kehamilan, persalinan, juga saat menyusui

Ibu yang terinfeksi HIV/AIDS berpotensi besar dapat menularkan virus ini pada sang bayi. Sehingga agar bisa terhindar, Ibu yang positif HIV/AIDS harus memperoleh pengobatan untuk infeksi dan terapi selama kehamilan agar bisa secara signifikan menurunkan risiko pada bayi.

Agar Anda dan keluarga terhindar dari penularan HIV/AIDS terapkan pola hidup sehat, dan pastikan beberapa hal di atas. [dan/tur]


Apa Reaksi Anda?

Komentar