Iklan Banner Sukun
Ragam

Pengertian Resesi dan Jangka Waktunya yang Bisa Mengancam Indonesia

Ilustrasi resesi (Sumber foto : pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Beberapa hari ini ancaman mengenai resesi disuarakan beberapa ekonom. Namun sebenarnya bagaimana suatu keadaan ekonomi negara dikatakan mengalami resesi?

Resesi adalah penurunan aktivitas ekonomi yang signifikan, meluas, dan berkepanjangan. Lebih jelasnya praktis resesi yang populer adalah apabila terjadi penurunan produk domestik bruto (PDB) dalam jangka dua kuartal berturut-turut.

Resesi biasanya menghasilkan penurunan output ekonomi, permintaan konsumen, dan lapangan kerja. Lebih rinci, para ekonom di National Bureau of Economic Research (NBER) mendefinisikan resesi sebagai kontraksi ekonomi yang dimulai dari puncak ekspansi yang mendahuluinya dan berakhir pada titik terendah dari penurunan berikutnya.

Dengan mempertimbangkan penggajian nonpertanian, produksi industri, dan penjualan ritel, di antara indikator lainnya.

Resesi bisa berlangsung beberapa bulan hingga hitungan tahun, namun yang paling berat adalah mengembalikan keadaan ekonomi ke semula.

Melihat keadaan ekonomi dunia sekarang yang sedang sulit, resesi memang bisa terjadi kapan saja. Terutama jika faktor-faktornya benar terjadi, seperti perang politik, perang dagang, dan lain sebagainya.

Memahami resesi dan solusinya bisa dilihat dari rekam jejak ekonomi di dunia. Meskipun resesi adalah hal umum yang bisa terjadi dalam ekonomi, namun keadaannya lebih jarang dan lebih pendek di era modern. Antara tahun 1960 hingga 2022 resesi yang mempengaruhi 21 negara maju terjadi sekitar 10%, menurut Dana Moneter Internasional (IMF).

Karena resesi adalah kebalikan dari pertumbuhan ekonomi yang lazim terjadi, maka penurunan output ekonomi dan lapangan kerja menjadi terpengaruh. Misalnya, PHK yang disebabkan oleh berkurangnya permintaan konsumen memukul pendapatan dan pengeluaran para pengangguran baru, sehingga semakin menekan masyarakat miskin.

Sejak masa depresi ekonomi hebat, pemerintah di seluruh dunia telah mengadopsi kebijakan fiskal dan moneter kontra-siklus untuk memastikan bahwa resesi run-of-the-mill tidak berlanjut, menjadi sesuatu yang jauh lebih merusak prospek ekonomi jangka panjang.

Resesi terakhir terjadi pada tahun 2020 yang dialami oleh AS pada awal pandemi COVID-19. Jika benar bahwa resesi terjadi kembali, terutama di Indonesia maka kita harus bersiap-siap untuk melaluinya. Sebab rata-rata resesi berlangsung berbulan-bulan, dari enam resesi AS sejak tahun 1980 rata-rata berlangsung kurang dari 10 bulan. (Kai/nap)

Apa Reaksi Anda?

Komentar