Iklan Banner Sukun
Ragam

Pakai Alat Bantu Jalan, Perempuan Disabilitas Peragaan Busana Kain Tenun Ikat Kediri

Kediri (beritajatim.com) – Anggapan dunia model dan fasyen hanya diisi oleh orang-orang dengan fisik yang sempurna terbantahkan pada ‘Kediri Woman Festival 2022’. Sebab, perempuan – perempuan dengan keadaan fisik tak sempurna, justru ikut bergaya layaknya model papan atas.

Sejumlah perempuan penyandang disabilitas mengikuti peragaan busana yang sengaja digelar untuk memperingati Hari Kartini di Hotel Bukit Daun Kediri, pada Kamis (21/4/2022) petang. Meskipun menggunakan kruk (alat bantu berjalan), namun mereka tetap melenggak penuh percaya diri di atas panggung.

Vivi, perwakilan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kediri mengaku, baru pertama kali merasakan sensainya berjalan di atas catwalk dan berhadapan langsung dengan sejumlah penonton. Mewakili para perempuan difabel, Vivi merasa sangat dihormati dan dihargai di sini.

“Jadi untuk pertama kalinya kami dipanggil. Tentu, kaget. Haa, ini ya ternyata. Mungkin banyak orang berfikir disabilitas tidak bisa apa-apa. tetapi kali ini kami dipanggil dan diikutsertakan. Ini sungguh luar biasa, saya sebagai wakil teman-teman merasa dihormati dan dihargai,” ucap Vivi usai memperagakan busaha berbahan kain tenun ikat khas Kediri.

Acara yang diselenggarakan oleh Regina Nadya Suwono, yang juga anggota DPRD Kota Kediri tersebut bertujuan untuk membantu mengubah persepsi dunia soal dalam melihat fasyen. Ia ingin membuktikan para difabel tetap mampu tampil cantik, tidak ketinggalan di dunia fasyen serta mempromosikan kain tenun ikat Kediri.

Pada peragaan busana ini, para model mengenakan 14 model baju karya desainer dari pelajar SMKN 3 Kota Kediri. Busana tersebut berasal dari kain tenun ikat yang diproduksi oleh para perajin di Kelurahan Bandar Kidul, Kota Kediri.

“Disabilitas ini ikut andil dalam fashion show busana kain tenun. Ini membuktikan bahwa cantik itu beragam, cantik itu tidak harus, putih, cantik itu tidak harus kurus, tetapi tinggal siapa yang menilai. Ini benar – benar mengangkat mereka sebagai perempuan yang tidak bisa dipandang sebelah mata, tetapi juga bisa berkarya,” jelas Rere, panggilan akrab Regina Nadya Suwono.

Kediri Woman Festival 2022 berlangsung selama tiga hari berturut-turut dan diikuti sebanyak 150 orang perempuan. Pada hari pertama, diisi dengan kelas ‘Membina Hubungan Rumah Tangga Yang Baik’. Hari kedua, diisi dengan Kelas ‘Pebisnis Pengusaha Perempuan Muda’ dan hari ketiga, sebagai puncak acara diadakan peragaan fasyen. [nm/kun


Apa Reaksi Anda?

Komentar