Iklan Banner Sukun
Ragam

Pacar Belum Tentu Cocok Jadi Suami, Kenali Ciri-Cirinya

Ilustrasi (pexels.com)

Surabaya (beritajatim.com) – Ketika menjalin hubungan dengan seseorang, tentu kalian ingin akan hubungan tersebut bisa berlanjut ke jenjang yang lebih serius dengan menikah. Menjadikan sang pacar suami tampaknya akan menyenangkan.

Bisa menghabiskan masa tua bersama dia yang kalian cinta. Ditambah lagi sudah merasa sang cocok dengan sang pacar, seolah ia adalah sosok yang kalian idam-idamkan.

Meski begitu, ternyata tak sepenuhnya hubungan pacaran bisa berlanjut menjadi hubungan suami istri lho. Ini karena cocok sebagai pacar juga belum tentu cocok sebagai suami.

Apalagi jika masih ada sifat-sifat doi yang masih belum dewasa. Alih-alih menjadi suami idaman, bisa jadi dia memiliki red flag yang wajib kalian hindari.

Sebelum terlambat, berikut ini adalah ciri-ciri pria yang tidak cocok untuk dijadikan suami!

1. Kasar secara kata-kata maupun fisik

Pacar kalian memiliki sifat ini? Itu tandanya kalian harus cepat – cepat kabur dan jangan berharap menjadikannya sebagai seorang suami. Mungkin sekarang kalian masih merasa kuat secara mental dan fisik, dan yakin bahwa ia akan berubah setelah menikah. Namun bagaimana jika tidak?

Mengingat itu sudah menjadi tabiat buruknya, apakah kalian masih akan kuat menjalani hal tersebut seumur hidup kalian?

Ingat, selain kehidupan kalian yang akan menderita, ada kehidupan anak-anak kalian yang juga harus diselamatkan. Kalian tentunya tidak ingin, anak-anak memiliki masa kecil yang membuat mereka trauma.

2. Belum bisa mandiri dan selalu bergantung pada orang lain

Peran pria sebagai suami tentu diharapkan bisa mengayomi keluarganya, menjadi pelindung, memberi nafkah serta memenuhi kebutuhan keluarga. Itulah mengapa pria memiliki tanggung jawab yang sangat besar.

Jika pada dirinya sendiri saja ia tidak bisa mandiri dan bertanggung jawab, lantas bagaimana pada istri dan anak – anaknya kelak?

3. Belum matang secara finansial

Yang dimaksud matang secara finansial di sini adalah ketika calon suami memiliki pekerjaan tetap dan pemasukan yang stabil. Selain itu, ia juga bisa mengatur keuangannya sendiri, memeta-metakan kebutuhan dan keinginannya.

Di lain sisi, jika si dia memang belum memiliki penghasilan tetap, kalian bisa melihat bagaimana tekad dan keuletannya untuk hal tersebut. Bukannya malah bermalas-malasan di rumah dan meminta uang dari orangtua.

Jangan salah mengartikan dengan kalian harus menikahi pria kaya, karena pria kaya saja belum tentu bisa menata keuangannya dengan stabil. Apalagi pria yang justru menghambur – hamburkan uangnya untuk kesenangan yang tidak jelas daripada memikirkan masa depannya.

4. Pemalas

Perlu diingat bahwa pernikahan bisa berjalan dengan baik karena adanya kerja sama antara istri dan suami. Tidak ada yang merasa paling lelah dalam urusan rumah tangga.

Itulah mengapa kalian harus menjauhi pria yang punya kebiasaan malas, bisa jadi kalian mengurus semuanya sendirian. Mulai dari pekerjaan rumah, mengasuh anak, atau bahkan mencari nafkah.

5. Pelit

Menghambur-hamburkan memang tidak baik, namun bukan berbeda artinya dengan pelit. Pria yang pelit akan memperhitungkan semua pengeluaran, bahkan sampai hal yang kecil atau mungkin yang seharusnya sudah menjadi kebutuhan seperti makanan.

Jika ia bisa membatasi pengeluaran untuk makanan, maka bisa dipastikan ia akan sulit mengeluarkan uang untuk hal-hal di luar kebutuhannya. Membantu orang yang membutuhkan saja ia berpikir berkali-kali, apalagi membeli hal-hal yang bisa memanjakan kalian, seperti baju atau tas.

Pelit juga berbeda dengan sederhana, orang yang sederhana memilih hidup yang biasa saja dan jauh dari kemewahan padahal ia mampu. Namun, ia tidak segan mengeluarkan uang berlebih untuk membahagiakan orang yang ia cintai.

6. Memegang kontrol dan kuasa

Hati-hati pada pria yang merasa dirinya berkuasa dan berhak atas kontrol dalam suatu hubungan. Ia akan menganggap ia bisa melakukan apapun yang diingkan, termasuk pada kekasihnnya. Ia juga akan mengklaim bahwa kekasihnya itu adalah “miliknya” yang artinya harus menuruti segala permintaan.

Semakin lama, ia akan semakin membatasi kalian, baik pergerakan maupun perkembangan. Kalian tidak bisa mengutarakan pendapat sendiri atau sekadar melakukan hal yang kalian sukai. Bahkan bertemu dengan teman – teman rasanya akan sulit.

7. Membuat merasa buruk

Pasangan yang baik adalah ia yang selalu mendukung, baik dengan pujian atau kritik yang membangun. Namun bukan berarti ia bisa menghina dan membuat kalian semakin merasa buruk dan kurang.

Apalagi jika hinaan tersebut dilontarkan di depan umum dan teman – teman kalian, dengan dalih bercanda ia justru mempermalukan kalian.

8. Tidak setia

Yang terakhir dan wajib untuk dihindari adalah pria-pria yang tidak setia dan tidak bisa menjaga komitmennya. Jika ia pernah mendua, tinggalkan!

Jangan berharap ia akan berubah karena perselingkuhan adalah sebuah kebiasaan. Meskipun kalian merawat diri dengan sangat cantik, pandai memasak, memiliki otak yang cerdas, pria yang tidak setia akan selalu merasa kurang dan mencari wanita lain.

Bagi kalian para wanita yang memiliki kekasih dengan sifat di atas, pikirkan matang-matang jika memang ingin melanjutkan ke pelaminan. Jangan pernah berharap bahwa ia akan berubah, karena selain sifat dan kebiasaan adalah hal yang sulit untuk diubah, seseorang juga tidak akan berubah kecuali memang keinginan dari lubuk hatinya sendiri. [mnd/beq]

Apa Reaksi Anda?

Komentar