Iklan Banner Sukun
Ragam

Ngeri, Detik-detik Penculikan Anak TK Terekam CCTV, Pelaku Ngaku Ayah

Surabaya (beritajatim.com) – Kejahatan terhadap anak makin mengkhawatirkan. Bahkan ada pelaku yang sampai nekat beraksi padahal dilihat banyak mata.

Di halaman Facebook Kau Layan Jela, sebuah video menunjukkan seorang asing masuk ke taman kanak-kanak di Telok Panglima Garang, Selangor menjadi viral. Menurut keterangan pemilik akun, orang asing itu berusaha menculik seorang anak di taman kanak-kanak dengan berpura-pura menjadi ayah.

Video 57 detik menunjukkan orangtua lain berusaha menghentikan pria asing dan itu semua terjadi di depan mata anak-anak. Polisi setempat telah memberikan pernyataan mengenai hal ini dan terungkap kejadian itu berlangsung pada Jumat lalu (1/4), dikutip dari World of Buzz.

Pria asing tersebut mengaku ingin memberikan makanan kepada anaknya yang berada di dalam kelas. Namun, ketika salah satu guru memberitahunya bahwa orang tua tidak boleh masuk, dia langsung merangsek ke dalam kelas.

Orangtua lain yang melihat kejadian itu langsung bereaksi. Mereka membantu pihak sekolah untuk menangkap pria tersebut.

Setelah tertangkap, barulah diketahui pria itu menderita gangguan kejiwaan. Sehingga mereka melepaskannya.

Polisi mengamankan pria berusia 23 tahun itu di Taman Pahlawan, Telok Panglima Garang. Pria itu gagal menunjukkan identitas apa pun dan penyelidikan menunjukkan dia menderita penyakit mental.

Sampai sekarang, pria tersebut menjalani penahanan selama 4 hari dan penyelidikan terhadap kasusnya terus berjalan. Jika terbukti bersalah mengganggu, dia akan menghadapi hukuman penjara 6 bulan atau denda hingga 3.000 ringgit, setara Rp10 juta.

Sementara itu, beberapa warganet yang juga orangtua, menyatakan keprihatinan mereka tentang masalah ini. Mereka mengatakan bahwa langkah-langkah keamanan yang lebih ketat harus dilakukan di area taman kanak-kanak. Sebab, anak-anak sangat rawan dan selalu jadi sasaran empuk pelaku kejahatan.

“Gerbang utama dan pintu utama harus dikunci demi keselamatan anak-anak.”

“Gerbang utama harus dikunci setiap saat sebelum kelas ditunda. Pastikan ada komunikasi antara orang tua dan guru di grup WhatsApp sebelum melakukan penundaan kelas. Pastikan orangtua memberi tahu ketika mereka ada di sana untuk menjemput anak-anak. ”

Apakah menurut Anda taman kanak-kanak seharusnya memperketat langkah-langkah keamanannya? (adg/beq)


Apa Reaksi Anda?

Komentar