Iklan Banner Sukun
Ragam

Musik Indie dan Folks, Apa sih Perbedaannya?

(foto : Gabriel Gurrola, Unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – Perkembangan dunia musik saat ini berkembang begitu pesat dengan berbagai genre/aliran dan sub-genre baru yang mengisi selera musik anak muda Indonesia. Tidak dapat dipungkiri, aliran musik mainstream terutama pop masih mendominasi berbagai tangga nada juga jumlah penikmat musik Indonesia.

Selain kualitas musik yang ramah didengar dan kebanyakan menggambarkan perasaan hati maupun kisah percintaan seseorang, genre pop juga menjadi kekuatan dominan di ranah musik yang sudah ada sejak lama. Mungkin hanya genre dangdut yang bisa mengalahkan keberadaan genre pop di Indonesia untuk tataran musik mainstream. Selebihnya masih belum ada yang bisa menyaingi dominasi pop.

Tetapi semenjak masuknya sebuah genre baru bernama folks music, banyak kalangan anak muda yang mulai beralih menjadi penggemar skena musik ini. Umumnya para mahasiswa/i yang berada di lingkup kampus karena kebanyakan musisi skena folks berasal dari kalangan anak muda di bangku perkuliahan.

Meski begitu, sejauh ini banyak kalangan anak muda dan penggemar musik masih salah dalam mengartikan genre folks bahkan menyebut aliran musik ini sebagai musik indie. Karena sebenarnya, dua hal itu sangat berbeda. Untuk mengetahuinya, sedikit ulasan berikut ini bisa membantu kalian agar lebih memahami perbedaa keduanya.

Indie bukanlah sebuah genre, melainkan sebuah gerakan yang dipopulerkan oleh musisi tertentu sebagai usaha untuk memperkenalkan karya musik mereka secara mandiri lepas dari segala aturan dan sistematika industri musik populer. Mulai dari produksi hingga distribusi sepenuhnya dilakukan secara mandiri tanpa melibatkan perusahaan label rekaman major.

Folks music-lah yang merupakan genre musik. Jenis musik ini mulai tumbuh dan berkembang sejak abad ke-20, tepatnya memasuki era tahun 60-an.

Berdasarkan pengertiannya, folks sendiri memiliki makna tradisional. Sehingga kemudian disebut sebagai musik kerakyatan yang ada disebuah negara. Folks music mulai masuk ke Indonesia pada tahun 60-an, berbarengan dengan gelombang menyebarnya musik ini ke berbagai penjuru dunia. Dalam prakteknya, lantunan musik folks mirip dengan gerakan indie karena tidak terikat dengan etika musik tertentu. [adn/bjo]


Apa Reaksi Anda?

Komentar