Iklan Banner Sukun
Ragam

Mitoni, Tradisi Ritual Tujuh Bulanan Anak Pertama di Adat Jawa

(Foto: Angga Indrata, unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – Indonesia memang kaya dengan adat dan budaya. Salah satunya tentu adat yang dianut dan dihidupkan oleh orang-orang jawa. Adat jawa sendiri ada banyak ragam dan rupa ritual yang berbeda-beda.

Sebab, orang-orang jawa juga terbagi di berbagai daerah yang berbeda, dengan kehidupan sosial dan geografis yang mempengaruhi perkembangan budaya-budaya jawa. Salah satunya adalah adat yang berhubungan dengan kelahiran bayi.

Memang, setiap daerah mempunyai tradisinya tersendiri dalam merayakan kehadiran bayi di dalam kandungan. Salah satunya tradisi Mitoni masyarakat Jawa Tradisi. Mitoni ini dilakukan demi mendoakan keselamatan ibu hamil melewati tujuh bulanan anak pertama.

Masyarakat Jawa percaya bayi berusia tujuh bulan di dalam kandungan memiliki jiwa yang keamanannya harus dirayakan. Apalagi anak pertama dipercaya dapat membawa keberuntungan bagi keluarga maupun saudara-saudara yang lain.

Adapun upacara Mitoni ini biasanya dilakukan di luar ruangan dan di dalam ruangan. Kedua upacara itu punya arti masing-masing sesuai dengan kepercayaan masyarakat Jawa.

Upacara mitoni di luar ruangan menjadi lambang kerendahan hati rakyat biasa dan ungkapan syukur mereka kepada Tuhan. Sedangkan, upacara Mitoni di dalam ruangan hanya dikhususkan bagi keluarga kerajaan atau bangsawan.

Upacara ini memiliki serangkaian acara sebelum digelarnya acara puncak. Upacara mitoni sendiri dimaknai sebagai serangkaian acara yang dilakukan dalam rangka tujuh bulan anak pertama.

Diawali dengan ritual kenduri, yaitu ritual berkumpul dengan kerabat juga tetangga untuk makan dilanjutkan berdoa sesuai dengan kepercayaan. Selanjutnya ritual sungkeman, pada ritual ini, calon Mama harus menyapa orang tua dengan penuh pengabdian dan kesopanan. Dirinya harus memberi sungkeman di depan orangtuanya.

Ritual ketiga adalah ritual siraman. Dapat dilakukan baik di kamar mandi atau halaman belakang rumah. Ritual siraman yaitu proses mandi suci ini dilakukan untuk menyucikan ibu hamil serta bayi di dalam kandungan.

Ritual keempat adalah ritual angrem. Dalam bahasa Jawa, angrem berarti penetasan telur. Calon orang tua duduk di atas tumpukan kain batik seolah-olah duduk di atas telur, ini melambangkan kelahiran bayi yang selamat pada waktu yang tepat.

Di akhir ritual, kedua orangtua calon bayi menjual rujak dan dawet yang akan dibeli oleh para tamu. Rujak melambangkan semangat hidup dan dawet menggambarkan kelahiran bayi yang lancar dan aman.

Serangkaian prosesi itulah yang dilakukan dalam upacara mitoni. Upacara mitoni tidak hanya sekedar upacara biasa karena berkaitan erat dengan adat istiadat orang Jawa. [dan/tur]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati

Unik dan Lucu, Lomba Sugar Glider di Surabaya

Aryo Seno Bicara Organisasi Sayap PDI Perjuangan