Iklan Banner Sukun
Ragam

Misteri Hilangnya Angka 4 dan 13 pada Lift, Ini Jawabannya

(foto : Bruno Kelzer, Unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – Saat menaiki lift, entah itu di hotel, apartement, atau gedung-gedung tinggi lainnya, pernah kah kalian menyadari ada sesuatu yang hilang?

Yap, beberapa gedung tidak menyediakan angka menuju lantai 4 atau lantai 13. Biasanya akan diganti dengan 3A atau langsung lantai 5. Begitu pula dengan angka 13 yang dihilangkan dan langsung menuju lantai 15. Adakah yang penasaran alasannya?

Hal ini berkaitan dengan budaya Tionghoa yang memiliki kepercayaan Fengshui. Angka 4 hanya memiliki satu kaki dan dianggap tidak seimbang untuk menopang. Ada juga yang mengatakan bahwa apabila angka 4 dibalik maka akan terlihat seperti kursi, Kursi digambarkan seperti kedudukan atau jabata, yang mana dikhawatirkan akan bisa menyebabkan suatu jabatan jatuh.


Tidak hanya sampai disitu, dalam bahasa Mandarin, angka disebut dengan shi. Shi sendiri memiliki arti ‘mati’. Dalam bahasa Jepang pun shi tidak memiliki arti yang baik. Yakni berarti kesedihan. Karena memiliki lambing yang negative dan buruk itulah akhirnya kebanyakan pemilik gedung mengganti angka dengan huruf atau menghilangkannya sama sekali.

Para pemiliki gedung enggan mengambil resiko bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi. Begitu pula dengan pengguna lift. Selain menghargai kepercayaan, tindakan preventif ini dirasa akan membat nyaman seluruh pihak.

Selain angka 4, ada juga angka 13 yang sudah terkenal membawa sial sedari dulu. Kepercayaan ini berawal dari Budaya Barat, Friday 13th, yang menganggap 13 sebagai hal yang buruk. Selain itu, apabila angka 1 ditambah 3 maka akan menghasilkan angka 4. Sehingga angka-angka yang berbau angka empat seperti 22, 31, dan lainnya juga dianggap tidak ada.

Fakta uniknya, ada golongan yang memiliki ketakutan terhadap angka 4 dan 13. Pernah dengar? Mereka disebut dengan tetraphobia, yang sebagai ketakutan terhadap angka 4, dan triskaidekaphobia, yaitu ketakutan akan angka 13. Fobia ini dapat menimbulkan berbagai keluhan, seperti mual, muntah, kesulitan bernafas, jantung berdegup kencang, juga merasakan panik luar biasa.

Memang tidak semua orang memiliki kepercayaan yang sama, atau fobia seperti itu. Namun dirasa keputusan para pemilik gedung ini sudah benar, karena sekali lagi, kenyamanan pengguna adalah hal yang utama. Kalian sendiri bagaimana? Percaya atau tidak? [mnd/bjo]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev