Iklan Banner Sukun
Ragam

Menjadi Sosok Idealis, Penting Atau Tidak?

(Foto: Roberto Nickson, pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Seringkali seseorang disebut idealis dalam hal karir, pekerjaan, ataupun jenjang pendidikan. Menjadi idealis bukanlah hal yang mudah. Idealis dapat menjadi hal baik, namun dapat juga dianggap mempersulit langkah.

Sebagaimana pendapat dari Henry Ford, seorang pendiri perusahaan mobil terkemuka. Seseorang yang idealis membantu orang lain untuk menjadi makmur. Idealisme yang dimiliki seseorang diaplikasikan melalui tindakan dengan berdasar dengan pengalaman empiris yang unik dan cita-cita tinggi untuk mencapai hasil yang maksimal.

Seseorang yang idealis itu sudah seharusnya punya memiliki pengaruh kuat. Hal tersebut disebabkan kebiasaan orang idealis memperlihatkan sesuatu dengan penuh antusias dan keyakinan melalui keterlibatan emosional.

Visi yang dituju seringkali mendorong orang lain untuk mencapainya secara bersama-sama. Namun terkadang idealisme yang berlebihan tidak relevan karena tidak selaras dengan realita yang ada dan menjadi faktor yang mempersulit keadaan. Sebenarnya apa maksud dari idealis?

Sesungguhnya idealis itu berarti sosok atau individu yang memegang teguh dan meyakini pemikiran. Pemikiran itulah yang menyebabkan seseorang disebut idealisme. Idealisme menjadi hal yang diyakini, biasanya idealisme berasal dari pengalaman, pendidikan, literasi, budaya, maupun pergaulan.

Kebiasaan sebagai seorang yang idealis saat meyakini suatu hal serta terus memperjuangkannya. Bukti nyatanya seseorang yang tengah memperjuangkan idealismenya dengan punya tujuan spesifik guna jenjang karir berdasarkan keilmuan dan hal lain yang telah direncanakan.

Kemudian diupayakan dengan perencanaan dan strategi yang matang, hingga mengkonversi waktu bersantai menjadi waktu berlatih. Dengan demikian, Idealisme yang diyakini dapat menjadikan sosok yang terarah.

Fokus dengan apa yang ingin diwujudkan, mengupayakan kesempurnaan dan menjadi spesial dibanding dengan yang lain (standing out from the crowd).Perlu diingat segala sesuatu yang baik adalah sesuai porsinya karena hal yang berlebihan tidak akan pernah baik. Apalagi sampai mengesampingkan kebutuhan dasar seperti kesehatan mental, fisik, juga kesehatan dalam hubungan sosial.

Sehingga dalam rangka mewujudkan idealis ini perlu juga menjadi adaptif. Adaptif yaitu mampu bertahan di segala kondisi dan menyesuaikan dengan berbagai hal atau perubahan yang akan dihadapi. [dan/tur]


Apa Reaksi Anda?

Komentar