Iklan Banner Sukun
Ragam

Mengenal Starlink Internet, Garapan Elon Musk yang Diklaim Solusi Untuk Daerah Terpencil

(Sumber foto: Twitter @SpaceXStarlink)

Surabaya (beritajatim.com) – Elon Musk sebagai CEO SpaceX mengungkapkan jika, internet Starlink merupakan solusi murah untuk internet daerah terpencil yang sulit dijangkau aksesnya oleh kabel internet (fiber) biasa.

Menurut pengujian yang telah dilakukan dari pengguna Starlink, kecepatan internet Starlink ini cukup variatif. Saat ini kecepatan internet rata-rata yang diuji berkisar antara 50-150 Mbps download dan 40-100 Mbps upload. Hasil latency yang didapatkan terbilang cukup rendah yaitu berada di kisaran 30-40 ms di wilayah Amerika Serikat.

Pada tahap awal (beta), Starlink memberi koneksi internet sampai dengan 300 Mbps. Namun, hal ini tergantung posisi pelanggan dan jarak antar satelit. Lantas, apakah itu Starlink Internet?

Internet Starlink adalah jaringan internet satelit berbasis langganan yang disediakan oleh Starlink, sebuah provider internet dari Amerika Serikat. Dilansir dari Spacex, internet Starlink memakai frekuensi tinggi di 12 GHz dan disalurkan oleh 42.000 satelit yang mengorbit dengan ketinggian antara 200 sampai 400 mil di atas permukaan Bumi.

Internet Starlink ini diproyeksikan untuk pengguna rumahan dan komersial, seperti layanan internet pada umumnya. Layanan Starlink mencakup semua negara-negara yang dilalui oleh konstelasi satelit Starlink di luar angkasa.

Internet Starlink memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Dari segi kelebihan internet Starlink ini bisa ditempatkan dimana saja seperti di tengah hutan bahkan di kawasan pulau terpencil sekalipun.

Selain itu, set-up perangkat internet Starlink mudah dan tidak perlu keahlian khusus dalam pemasangan. Harga layanan Internet Starlink juga diklaim jauh lebih murah ketimbang layanan internet sejenis. Starlink juga memiliki bandwidth yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan layanan internet lain. Latency atau delay internet yang relatif rendah daripada layanan internet lain.

Namun, internet Starlink juga punya beberapa kekurangan. Kekurangan pertama karena terdapat jeda putus sesaat apabila ada kekosongan satelit di angkasa. Sehingga dengan kian masifnya jumlah satelit yang mengorbit, kelak jeda ini akan bisa dieliminasi.

Koneksi internet Starlink pun tetap bisa terpengaruh cuaca buruk. Starlink mengklaim bahwa internet tetap bisa digunakan namun dengan penurunan kualitas (tidak terputus total).

Selain itu, Internet Starlink butuh pada listrik yang cukup besar jika dibandingkan dengan dish satelit pada umumnya. Tertarik menggunakan Internet Starlink? Anda bisa mencobanya pada beberapa waktu mendatang. (dan/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar