Ragam

Mengenal Lebih Dekat Al Farabi, Bapak Logika Islam

Tangkap Layar Channel YouTube, Pecandu Literasi.

Surabaya (beritajatim.com) – Filsafat merupakan Ilmu yang pada masa kini banyak ditinggal oleh orang-orang Islam, entah karena sulit dipelajari ataupun karena takut akan berfikir aneh-aneh bahkan takut untuk menjadi tidak beriman kembali, namun apakah sepanjang sejarah Filsafat dan Islam tidak pernah bertemu? ternyata tidak, Filsafat dan Islam bisa bermesraan ketika dalam genggaman tokoh Intelektual Islam seperti Al Farabi.

Abū Nasir Muhammad bin al-Farakh al-Fārābi (bahasa Persia: ابونصر محمد بن محمد فارابی) singkat Al-Farabi (lahir di Otrar, 10 Januari 872 – meninggal di Damaskus, 17 Januari 951 pada umur 79 tahun) adalah ilmuwan dan filsuf Islam berasal dari Farab, Kazakhstan. Ia juga dikenal dengan nama Abū Nasir al-Fārābi (dalam beberapa sumber ia dikenal sebagai Abu Nasr Muhammad Ibn Muhammad Ibn Tarkhan Ibn Uzalah Al- Farabi, juga dikenal di dunia barat sebagai Alpharabius, Al-Farabi, Farabi, dan Abunasir. Al-Farabi muda belajar ilmu-ilmu islam dan musik di Bukhara, dan tinggal di Kazakhstan sampai umur 50. Ia pergi ke Baghdad untuk menuntut ilmu di sana selama 20 tahun.

Setelah kurang lebih 10 tahun tinggal di Baghdad, yaitu kira-kira pada tahun 920 M, al Farabi kemudian mengembara di kota Harran yang terletak di utara Syria, di mana saat itu Harran merupakan pusat kebudayaan Yunani di Asia kecil. Ia kemudian belajar filsafat dari Filsuf Kristen terkenal yang bernama Yuhana bin Jilad.

Tahun 940M, al Farabi melajutkan pengembaraannya ke Damaskus dan bertemu dengan Sayf al Dawla al Hamdanid, Kepala daerah (distrik) Aleppo, yang dikenal sebagai simpatisan para Imam Syi’ah. Kemudian al-Farabi wafat di kota Damaskus pada usia 80 tahun (Rajab 339 H/ Desember 950 M) pada masa pemerintahan Khalifah Al Muthi’ (masih dinasti Abbasiyyah).

Alfarabi dianggap sebagai filsuf Islam pertama yang secara sungguh-sungguh mengkaji filasafat Yunani klasik. Kemampuannya memahami, menjabarkan, serta mengkomparasikan filsafat Yunani klasik Plato dan Aristoteles dengan filsafat Islam membentuk reputasinya sebagai salah satu filsuf kaliber dunia. Ia punya julukan terhormat: The Second Master atau Guru Kedua setelah Aristoteles

Beberapa karyanya adalah Al-Jami’u Baina Ra’yani Al-Hkiman Afalatoni Al Hahiy wa Aristho-thails (pertemuan/penggabungan pendapat antara Plato dan Aristoteles). As Suyasatu Al Madinah (politik pemerintahan). Arro’u Ahli Al Madinati Al Fadilah (pemikiran-pemikiran utama pemerintahan), As Syiasyah (ilmu politik). Ihsha’u Al Ulum (kumpulan berbagai ilmu). Al-Madinah Al Fadhilah (Kota atau Negara Utama). Buku Alfarabi yang berjudul Ihsha’u Al Ulum merangkum berbagai teori keilmuan yang mencakup bahasa, matematika, mantik (logika), fisika politik, hukum, dan ketuhanan.

Ciri yang menonjol dari filsafat Alfarabi adalah penggabungan antara filsafat Aristoteles, Plato, dan Neoplatonisme dengan pemikiran Islam bermazhab Syiah Imamiyah. Aristoteles memengaruhinya dalam hal logika dan fisika.

Begitulah Al farabi, memberikan tonggak sejarah dalam khazanah keilmuan dan keimanan dalam dunia Islam, di dalam perziarahan Inteletualnya, Alfarabi bisa menjadi jembatan antara Islam dan Filsafat. [dep/esd]


Apa Reaksi Anda?

Komentar