Ragam

Mengenal Istilah Rapid Test Covid-19 dan Fungsinya!

Pexels

Surabaya (beritajatim.com) Perkembangan teknologi di masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) terus membaik. Rasanya kita sudah tidak asing dengan berbagai jenis tes yang ada, dari rapid test, swab, dan PCR. Faktanya, ketiganya merupakan istilah yang berkaitan dengan diagnosis Covid-19.

Jika dibandingkan dengan tenaga medis yang melihat makna dari rapid test, swab, dan PCR tentu saja mereka sudah memahami. Namun, tidak demikian dengan masyarakat awam. Banyak yang masih bingung dengan istilah-istilah tersebut. Rapid test, swab, dan PCR memang menjadi metode pemeriksaan medis untuk mengetahui adanya virus corona dalam tubuh seseorang.

Rapid test merupakan metode pemeriksaan / tes yang didapatkan hasilnya secara cepat. Biasanya, pemeriksaan ini menggunakan alat catridge dengan fungsi untuk melihat adanya antibodi di dalam tubuh ketika ada infeksi virus. Manfaat dilakukannya tes ini untuk menyaring pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) melalui pengambilan sampel darah dari kapiler ( jari ) atau dari vena.

Rapid test terkadang sering disebut sebagai tes serologis. Sedangkan dalam hal diagnosis Covid-19, akurasi rapid memang mencapai 90 persen. Apabila diamati dari proses dalam mengetahui hasil tes memang sangat cepat, bahkan hanya dalam waktu 30 – 60 menit dan dilakukan di laboratorium oleh petugas yang mempunyai kompetensi . Bicara mengenai harga alatnya pun terjangkau. Tentu saja, ini menjadi salah satu kelebihan rapid test yang dapat digunakan untuk memeriksa banyak orang sekaligus dalam satu waktu.

Sistem kerja dari Rapid tes dalam mendeteksi virus SARS cov-2 dapat dilihat melalui antibodi dan ada yang bisa mendeteksi antigennya. Sedangkan yang dapat mendeteksi antigen belum banyak dilakukan di laboratorium. Kekurangan dari Rapid tes dalam mendeteksi antibodi tidak dapat terbaca pada awal sakit, penyebabnya mungkin belum terbentuk antibodi atau kadarnya masih rendah sehingga jika hasil pemeriksaan non reaktif , maka harus diulang lagi pada hari 7 – 14 hari untuk memastikan apakah yang bersangkutan benar tidak mengandung virus dalam tubuhnya. [prd/esd]


Apa Reaksi Anda?

Komentar