Ragam

Mengenal Green Transportation Dan Dampak Polusinya

(Foto: Michael Marais, unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – Di masa yang penuh dengan teknologi ini, transportasi merupakan salah satu aspek kehidupan yang tidak bisa kita tinggalkan. Ia menjadi moda utama untuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Sayangnya, sistem transportasi saat ini telah menunjukkan beberpa masalah bagi lingkungan. Ia menjadi salah satu penyebab utama pemanasan global, degradasi lingkungan, implikasi kesehatan (fisik, emosional, mental, spiritual), dan emisi gas rumah kaca.

Faktanya, sektor transportasi menyumbang 23% dari emisi gas rumah kaca dunia yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil. Dari total emisi gas rumah kaca, transportasi jalan mengambil bagian terbesar, 75% tepatnya dan tren ini diproyeksikan meningkat di masa depan jika terus berlanjut. Semua ini memberikan banyak tekanan pada pemerintah nasional untuk merancang kebijakan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca serta permintaan minyak.

Statistik menunjukkan bahwa lebih dari 90% dari semua transportasi jalan bergantung pada minyak. Angka ini hampir sejalan dengan total konsumsi minyak dunia yang mencapai 60%. Semua skenario ini telah menarik perhatian sebagian besar pemerintah dan kebijakan sedang dirumuskan untuk membalikkan tren polusi udara yang mengkhawatirkan ini.

Dalam hal ini, transportasi menjadi sektor yang dibidik karena merupakan penyumbang utama emisi gas rumah kaca. Solusi langsung dan nyata untuk pencemaran lingkungan yang tidak disengaja ini adalah penghijauan sektor transportasi, yang menunjukkan segala jenis kendaraan transportasi atau kebiasaan transportasi yang ramah lingkungan dan tidak mengeluarkan gas beracun yang dapat berdampak pada lingkungan dan kesehatan manusia. Hal ini mengarah pada Green Transportation, yang berarti segala bentuk praktik transportasi atau kendaraan yang ramah lingkungan dan tidak berdampak negatif terhadap lingkungan sekitar.

Kita telah belajar bahwa moda transportasi yang ada membutuhkan energi yang sangat besar, misalnya bahan bakar fosil (gas alam, batu bara, minyak) untuk menggerakkan kendaraan di jalan. Banyak yang menyadari bahwa mobil-mobil ini menyebabkan banyak polusi, yang berdampak pada lingkungan dan menyebabkan komplikasi kesehatan. Teknologi inovatif yang menjanjikan bisa menjadi solusi akhir, tetapi sebelum inovasi tersebut membuahkan hasil, dunia dapat memainkan peran penting dengan memanfaatkan moda transportasi ramah lingkungan yang tersedia.

Transportasi hijau berkisar pada penggunaan sumber daya yang efisien dan efektif, modifikasi struktur transportasi dan membuat pilihan perjalanan yang lebih sehat. Agar hal ini membuahkan hasil, diperlukan kesadaran dan partisipasi publik yang berdedikasi, pengelolaan kendaraan pribadi dan inovasi serta produksi kendaraan yang memanfaatkan sumber energi terbarukan seperti angin, matahari, biofuel, dan pembangkit listrik tenaga air. (rad/tur)


Apa Reaksi Anda?

Komentar