Iklan Banner Sukun
Ragam

Mengenal Diet Dopamine, Diet yang Bisa Bikin Bahagia

(Foto: Andes Ayrton, pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Diet seringkali dianggap sebagai kegiatan yang penuh perjuangan dan pengorbanan. Sebab, ketika melakukan diet ada pola konsumsi ketat yang harus kita lakukan. Namun, ada juga diet yang menyenangkan.

Salah satu diet yang juga banyak digunakan oleh para pejuang diet adalah diet dopamine. Pernah mendengarnya? Yang membedakan dari diet dopamine dengan diet-diet lainnya adalah karena tak hanya fokus pada menjaga asupan makanan untuk menurunkan berat badan, namun juga manfaat lainnya, yakni membuat perasaan lebih bahagia.

Yap! Diet ini menganut prinsip bahwa pola makan yang sehat dan asupan gizi yang tepat tidak hanya membuat tubuh jadi sesuai yang kalian inginkan, namun bisa membuat suasana hati lebih bahagia. Ini lantaran diet dopamine bekerja dengan meningkitkan hormone dopamine atau hormone bahagia dalam otak.

Diet dopamine ini sebenarnya memiliki banyak versi, namun pada umumnya diet ini memiliki kunci pada asupanan gizi tinggi protein, melarang konsumsi alkohol, sumber kafein, dan gula alahan. Pada beberapa versi, ada juga yang merekomendasikan untuk mengurangi asupan karbohidrat bertepung.

Untuk mengganti itu semua, diet dopamine menganjurkan pengikutnya untuk mengonsumsi makanan kaya protein dan asam amino. Bisa juga produk olah susu seperti keju, susu dan yogurt. Dengan dagin yang berupa daging segar baik sapi, ayam, dan kalkun. Tak hanya itu, inti dari makanan pada diet dopamine juga berada pada ikan yang kaya akan omega-3, kacang-kacangan, juga telur.

Jenis-jenis makanan tersebut memiliki peran penting dalam produksi dopamine, namun tanpa menyebabkan meningkatnya nafsu makan. Ahli gizi Emer Delaney memiliki tips untuk menjalani diet dopamine dengan benar.

  • Makan teratur dan tepat waktu, ini untuk mencegah perubahan hormone yang tiba-tiba dan bisa memicu rasa lapar dan keinginan makan berlebih di malam hari.
  • Konsumsi protein tinggi lemak saat sarapan. Bisa berupa telur, yogurt dan kacang, buah, atau ikan salmon.
  • Tetap konsumsi karbohidrat namun pilih yang indeks glikemiknya rendah. Seperti roti gandum, beras merah, atau kacang-kacangan legume. Jenis karbohidrat ini bisa menjaga kadar glukosa darah tetap stabil sehingga selera makan lebih terkontrol.
  • Untuk asupan lemak, pilih lemak tak jenuh dan tak jenuh ganda seperti alpukat, ikan tuna, walnut, dan minyak zaitun.
  • Untuk makan malam, pilih asupan protein rendah lemak seperti dada ayam, ikan , dan daging sapi.

Jangan lupa untuk tetap melakukan olahraga secara teratur agar diet bekerja dengan lebih optimal. [mnd/tur]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Monstera Cafe, Tempat Kopi Hits di Puncak Kota Batu

APVI Tanggapi Soal Kenaikan Cukai Rokok Elektrik

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati