Ragam

Menangkal FoMO, Tradisi Kaum Milenial yang Dianggap Kurang Baik

FoMO, Gaya Hidup Negatif Kaum Milenial. (Sumber foto: Unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – FoMO merupakan kependekan dari Fear Of Missing Out, atau secara sederhana dalam bahasa Indonesia biasa kita sebut ‘takut untuk ketinggalan,’. Di abad 21, manusia memang saling berebut untuk jadi yang tercepat. Kebiasaan ini terutama menjangkit generasi milenial.

Fenomena FoMO nyata, dan makin banyak dilakukan oleh generasi milenial. Istilah FoMO pertama kali diutarakan ke publik oleh Ilmuwan berkebangsaan Inggris bernama Dr. Andrew K. Przybylski di tahun 2014. FoMO secara teoritis diartikan sebagai perasaan cemas dan takut yang timbul di dalam diri seseorang akibat ketinggalan hal yang baru seperti tren sosial media, berita, bahkan pakaian.

Milenial yang terjangkit FoMO akan merasa gelisah ketika tidak diundang ke acara ulang tahun teman, padahal temannya yang lain semua diundang. Dilansir dari situs VeryWell Mind, perasaan FoMO ini dapat terjadi pada semua gender dan umur. Namun secara umum memang menjangkit generasi milenial.

Meski terkesan sepele, FoMO dapat mempengaruhi kesehatan mental dan wajib diwaspadai. Lalu apakah penyebab FoMO ini? Salah satu penyebab FoMO yaitu penggunaan media sosial. Eksistensi dunia digital menjadikan kita dapat dengan mudah melahap informasi. Sehingga seringkali merasa takut ketinggalan berita di media sosial, kita juga sering dengan sengaja mengunggah gambar, tulisan, atau video yang belum tentu jujur hanya agar terlihat paling up to date.

FoMO ditandai dengan kebiasaan selalu mengecek gadget ketika bangun tidur atau sebelum tidur seakan tidak enak jika ketinggalan berita apapun. Seseorang yang bergaya hidup FoMO akan lebih peduli dengan media sosial daripada dunia nyata.

Di samping itu, mereka selalu ingin tahu kehidupan orang lain. Mengatakan “ya” disaat sedang tidak ingin. Umumnya terjadi ketika seseorang tidak ingin ketinggalan apapun sehingga asal menerima ajakan yang sebenarnya tak perlu. Terakhir, gaya hidup fomo ditandai dengan pengeluaran uang melebihi kemampuan dan membeli hal yang bukan prioritas bahkan tidak penting hanya demi tetap up-to-date dan tidak ketinggalan zaman.

Jika kamu merasa terjangkit FoMO sebaiknya segera beralih. Sebab memiliki banyak dampak buruk. Diantaranya mengganggu produktivitas sehingga menyebabkan mood seringkali kacau hingga mengalami stres.

Itu juga berdampak pada masalah tidur. Risiko terjadinya masalah psikologis meningkat. Seperti, menurunkan rasa percaya diri hingga timbul perasaan negatif pada banyak hal, alias overthinking.

Bagi kamu yang merasa telah terjangkit fomo. Ubah pola hidup dengan mulai beralih ke dunia nyata lebih banyak ketimbang dunia maya. [dan/but]

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar