Iklan Banner Sukun
Ragam

Memulai Personal Branding, ini yang Harus Dihadapi

Ilustrasi (foto : Hunters Race, Unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – Secara umum, personal branding dikenal sebagai strategi karir yang dibutuhkan oleh setiap orang. Keuntungan menggunakan personal branding memang sering mendukung karier dan bisnis.

Konsep dari personal branding diri sendiri adalah setelah kita mengembangkan potensi dan keahlian yang ada di diri, kita menunjukkan keahlian diri, menghubungkan diri dengan orang lain dan mempromosikan pencapaian kita.

Banyak cara yang bisa kita lakukan sebagai personal branding. Contohnya ketika kita ingin membangun kepercayaan dengan orang baru, memperkenalkan diri ke zona pertemanan yang baru dan akhirnya mendapatkan banyak penjualan dan peluang kerja.

Ini sama halnya dengan mendapatkan relasi yang banyak yang dapat menghubungkan kita dengan apa yang kita butuhkan. Namun, ternyata ada beberapa resiko mempunyai personal branding, apakah saja itu? Yuk simak!

1. Representasi branding

Ketika kamu memulai memiliki personal branding, kamu bisa mempunyai dua personal branding. Ketika personal branding kamu tidak sesuai dengan ciri khas kamu atau menjadi diri sendiri, maka kamu akan mempunyai dua sisi yang berbeda. Sebagai contoh : ketika kamu bekerja disuatu perusahaan yang menempatkan kamu dalam posisi mewakili perusahaan dengan branding yang sudah dibuat sesuai dengan ketentuan yang berlaku, maka kamu harus menyesuaikan ketentuan tersebut. Sehingga, kamu menjalani branding yang sudah sesuai dengan ketentuan perusaan. Resikonya adalah kamu akan selalu membawa nama perusahaan tersebut. Jika tidak dapat menjaga, maka akan mengacaukan karier kamu.

2. Butuh waktu

Personal branding tidak bisa berkembang dan dibangun dengan waktu hanya semalam saja. Contohnya, seorang pengusaha dan pemasaran yang bernama Neil Patel, ia membangun personal branding harus menghabiskan waktu ribuan jam untuk membuat strategi kontennya. Intinya adalah personal branding adalah sebuah kegiatan yang sama halnya dengan berinvestasi waktu dan sumber daya. Contoh yang lain adalah sebagai konten creator, kamu harus memperbarui profil, menerbitkan konten baru, melakukan komunikasi dengan audiens.

3. Otentik

Ketika kamu akan mempunyai niat membuat personal branding atas diri sendiri, akan lebih baik jika kamu menggunakan branding sesuai dengan ciri khas atau ke-otentikkan diri sendiri. Kembangkan sesuatu yang ada diri kamu, itu akan menjadi lebih baik daripada harus menamakan dengan orang lain. Jika kamu menjadi orang dalam branding, cepat lambat orang lain akan tau bahwa kamu tidak menjadi diri sendiri.

Resiko memang selalu ada dalam membuat keputusan. Sisi lain dari personal branding yang membawa keberuntungan untuk pencari kerja ataupun dengan tujuan yang lain. Lakukan lah personal branding dengan hati-hati, cermat dan mengambil resiko. [rad/bjo]


Apa Reaksi Anda?

Komentar