Iklan Banner Sukun
Ragam

Mempelai Pria Mabuk Sampai Lewatkan Prosesi Pernikahan, Pengantin Wanita Putuskan Kawin dengan Lelaki Lain

Surabaya (beritajatim.com) – Mungkin tak banyak yang menyadari, hari pernikahan justru merupakan momen yang genting. Sebab, bisa jadi pernikahan batal karena masalah yang sangat sepele.

Baru-baru ini, publik Indonesia dihebohkan dengan kisah pernikahan batal di Magetan, Jawa Timur. Calon mempelai pria kabur di hari pernikahan lantaran tidak sepaham dengan pihak keluarga calon pengantin wanita, terutama soal biaya pernikahan.

Sementara di India, calon mempelai wanita marah dan memutuskan kawin dengan laki-laki lain. Penyebabnya, calon pengantin pria mabuk saat pesta hingga tak bisa hadir di prosesi pemberkatan.

Insiden ini terjadi di Distrik Churu di Rajasthan, India. Dalam tradisi India, sebelum prosesi pemberkatan dimulai maka diawali dengan pesta tari-tarian yang tidak jarang menyediakan minuman beralkohol.

Dikutip dari Indiatimes.com, pengantin wanita menjadi sangat marah setelah menyadari calon suaminya mabuk dan terus menari. yang pada akhirnya menunda baraatnya atau tradisi temu manten selama berjam-jam.

Pada Minggu, 15 Mei lalu, calon mempelai pria, Sunil, dan kerabatnya tiba di desa pengantin perempuan untuk pernikahannya. Sementara jadwal untuk baraat (temu manten) seharusnya berlangsung pukul 9 malam.

Tetapi hingga jam tersebut, Sunil bersama teman-temannya terus minum alkohol dan menari. Karena pengantin pria yang nekat untuk terus-menerus menari dan berpesta sambil minum alkohol, mahurat (Waktu yang baik untuk pheras) pun tertunda.

Pengantin wanita dan keluarganya menjadi sangat frustrasi dengan keributan yang disebabkan oleh pengantin pria dan kerabat serta teman-temannya. Mereka akhirnya memutuskan meninggalkan pengantin pria.

Pengantin wanita yang marah mengembalikan baraat. Keluarga mempelai wanita langsung memutuskan untuk menikahkannya dengan orang lain.

Setelah kegagalan tersebut, keluarga mempelai pria pergi ke kantor polisi Rajgarh untuk melaporkan kejadian itu dan mengajukan pengaduan terhadap keluarga mempelai wanita.

Namun, pihak keluarga mempelai wanita mengklaim bahwa mempelai pria dan keluarganya sangat santai tentang ‘Mahurat’ sehingga mereka khawatir perilaku ini akan berlanjut di masa depan juga.

Setelah intervensi polisi, kedua belah pihak keluarga menyatakan masalah keluarga mengapa pernikahan itu dibatalkan. Mereka memberikan semua informasi kegagalan pernikahan kepada polisi.

Sungguh kisah yang sensasional, setelah kejadian itu pun sang pengantin pria tampak menyesali perbuatannya. Ia terlihat duduk bersandar punggung kursi dan terlihat lesu. (adg/beq)

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar