Iklan Banner Sukun
Ragam

Maulid Nabi Jatuh pada Tanggal Berapa? Begini Penjelasan Lembaga Falakiyah NU

Bulan

Surabaya (beritajatim.com) – Maulid Nabi merupakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam kalender Hijriyah, perayaan tersebut jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal. Lantas, bagaimana dengan kalender Masehi di Indonesia?

Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) telah mengeluarkan data hasil perhitungan ilmu falak mengenai awal bulan Rabiul Awal 1444 H.

Laporan tersebut dikeluarkan bersamaan dengan Surat Instruksi Rukyatul Hilal Nomor 028/LF-PBNU/IX/2022 yang ditandatangani Ketua LF PBNU KH Sirril Wafa dan Sekretaris LF PBNU H Asmui Mansur pada Ahad (25/9/2022).


Dikutip dari laman NU Online pada Senin (26/9/2022), hilal awal Rabiul Awal 1444 H saat ini sudah berada di atas ufuk, yakni tepatnya +5 derajat 31 menit 5 detik.

Data ini berdasarkan markaz Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, koordinat 6º 11’ 25” LS 106º 50’ 50” BT. Sementara konjungsi atau ijtimak bulan terjadi pada Senin Kliwon 26 September 2022 pukul 04:54:43 WIB.

Dalam laporan itu menjelaskan, letak matahari terbenam berada pada posisi 1 derajat 24 menit 26 detik selatan titik barat, sedangkan letak hilal pada posisi 0 derajat 32 menit 17 detik selatan titik barat.

Adapun kedudukan hilal berada pada 0 derajat 51 menit 20 detik utara Matahari dalam keadaan miring ke utara dengan elongasi 6 derajat 53 menit 54 detik. Sementara lama hilal 24 menit 11 detik.

Berdasarkan metode falak yang sama pula, maka diketahui parameter hilal terkecil terjadi di Kota Merauke Provinsi Papua dengan tinggi hilal mar’i 4 derajat 32 menit dengan elongasi hilal haqiqy 5 derajat 56 menit dan lama hilal di atas ufuk 20 menit 14 detik.

Di sisi lain, parameter hilal terbesar terjadi di Kota Lhoknga Provinsi Aceh dengan tinggi hilal mar’i 5 derajat 48 menit dengan elongasi hilal haqiqy 7 derajat 14 menit dan lama hilal di atas ufuk 26 menit 16 detik.

Berdasarkan data tersebut, dapat diketahui bahwa hilal awal bulan Rabiul Awal 1444 H ini sudah berada di atas kriteria Imkanurrukyah (kemungkinan hilal dapat terlihat) yang ditetapkan Menteri-menteri Agama Brunai Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS), yakni tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Hal ini berarti hilal mungkin dapat terlihat ketika matahari sudah terbenam.

“Dengan begitu, awal Rabiul Awal 1444 H kemungkinan akan tiba pada Selasa, 27 September 2022 M. Jika demikian, berarti Maulid Nabi Muhammad saw Tahun 1444 H diperingati pada Sabtu, 8 Oktober 2022,” demikian keterangan tertulis LF PBNU.

Meski begitu, umat Islam Indonesia harus tetap menunggu hasil rukyatul hilal yang akan dilaksanakan pada Senin, 26 September 2022, sore ini. (nap)


Apa Reaksi Anda?

Komentar