Iklan Banner Sukun
Ragam

Masalah Plastik, Daur Ulang Bukan Solusi, Inilah yang Akan Terjadi di Tahun 2050

Ilustrasi dur ulang sampah plastik. (Sigmund, Unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – Banyak orang yang sudah mulai menggalakkan program cegah penggunaan plastik. Pasalnya, kelebihan produksi dan konsumsi plastik sekali pakai menyebabkan krisis lingkungan dan kemanusiaan.

Ketika diamati secara global, nyatanya sudah ada jutaan ton setiap tahun yang membuat kita semakin yakin perlu bahwa mendaur ulang merupakan salah satu jalan keluar dari masalah plastik.

Apabila penggunaan plastik terus menerus dibiarkan, maka akan mencemari planet bahkan berkontribusi pada krisis iklim. Selain itu, ada kemungkinan masuk ke tubuh kita melalui udara yang dihirup dan makanan yang dikonsumsi. Bahkan banyak plastik ditemukan di lautan di bagian terdalam, puncak gunung tertinggi, dalam darah dan organ manusia.

Produksi plastik global besar kemungkinan mengalami perlipatan ganda selama 20 tahun ke depan bahkan hampir empat kali lipat pada tahun 2050. Saat perusahaan energi raksasa mengurangi jumlah minyak dibakar kemudian meningkatkan jumlah minyak yang mereka menjadi plastik supaya pendapatan mereka tetap mengalir menjadi salah satu faktornya.

Meskipun kita bisa melakukan daur ulang, namun itu bukan solusi polusi plastik. Daur ulang merupakan proses industri dengan bahan yang perlu dikumpulkan, dipindahkan, dicairkan dan direformasi.

Tidak berbeda jauh, proses daur ulang membutuhkan energi dari dari pembakaran bahan bakar fosil yang ternyata berkontribusi terhadap krisis iklim.

Bukan hanya proses daur ulang yang bermasalah, ada sebagian besar plastik tidak didaur ulang. Faktanya, kurang dari 10% plastik yang diproduksi pernah didaur ulang! 80% dikirim ke TPA atau berakhir di lingkungan alam.

British Plastics Federation (BPF) memperkirakan bahwa 46% sampah plastik Inggris dibakar, 19% diekspor, dan 17% dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Maka dari itu, perlu adanya aksi lain yang dilakukan yang itu budaya sekali pakai untuk masa depan sirkular yang lebih berkelanjutan.

Saat ini kita melakukan penggunaan kembali dan isi ulang di pusatnya akan membantu dengan lebih baik. Selain itu, kabar baiknya ada berbagai teknologi yang memiliki alat untuk mengubah dunia dengan melakukan penggunaan kembali (PRD/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar