Iklan Banner Sukun
Ragam

Makna dan Isi Doa Bapa Kami Sebagai Pedoman Berdoa

Ilustrasi orang yang sedang berdoa. (Pixabay)

Surabaya (beritajatim.com) – Dalam kekristenan, doa diartikan sebagai cara manusia berkomunikasi dengan Tuhan. Doa juga disebutkan sebagai napas iman manusia terhadap keberadaan Allah. Dan Doa Bapa Kami ini diajarkan Tuhan sebagai pedoman dasar bagi manusia ketika berkomunikasi dengan Yang Maha Kuasa.

Doa Bapa kami dalam Bahasa Inggris disebut The Lord’s Prayer, sedangkan dalam Bahasa Latinnya Pater Noster. Doa ini pertama kali diucapkan dan dituliskan dalam Alkitab di Perjanjian Baru pada Injil Matius 6 : 9-13, dan doa yang mirip juga terdapat di Lukas 11 : 2-4. Doa ini diajarkan Yesus sendiri kepada murid-muridnya. Saat itu Yesus sedang memberikan khotbah 8 sabda bahagia untuk kedua belas muridnya di atas bukit di Kota Yerusalem.

Pada kedua injil tersebut, Doa Bapa Kami ini dituliskan sedikit berbeda. Pada injil Matius, Doa Bapa Kami ditujukan sebagai doa yang didasarkan secara berjemaat. Sedangkan yang di injil Lukas, doa ini lebih singkat dan diarahkan sebagai doa pribadi. Namun demikian, tidak mengurangi maknanya.

Mengutip buku Doa Bapa Kami Bukan Sekadar Doa Liturgi tulisan Jonar S., Doa Bapa Kami merupakan bagian dari khutbah Tuhan Yesus di bukit. Doa Bapa Kami ini diajarkan oleh Yesus Kristus kepada murid-murid-Nya sebagai pedoman berdoa.

Yesus menyampaikan ajaran-Nya di atas bukit agar banyak orang yang dapat mendengarnya. Bukit tersebut dijadikan layaknya mimbar supaya banyak orang dapat berkumpul dan ajaran-Nya bisa menyentuh setiap golongan.

Oleh sebab itu, Doa Bapa Kami sejatinya bukan hanya sekadar hafalan yang diwariskan dari gereja pertama sampai sekarang. Doa Bapa Kami perlu dipahami lebih dalam agar bisa dijadikan sebagai patokan dan pola doa yang benar.

Isi Doa Bapa Kami:

Bapa kami yang di sorga,
Dikuduskanlah nama-Mu,
datanglah Kerajaan-Mu,
jadilah kehendak-Mu
di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini
makanan kami yang secukupnya
dan ampunilah kami akan kesalahan
kami, seperti kami juga mengampuni
orang yang bersalah kepada kami
dan janganlah membawa kami ke
dalam pencobaan,
tetapi lepaskanlah kami daripada
yang jahat.

[Karena Engkaulah yang empunya
Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan
sampai selama-lamanya. Amin.] (dae/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar