Iklan Banner Sukun
Ragam

Makam Medelek Jombang, Salah Satu Tempat Terangker di Indonesia

Makam Medelek Jombang yang terkenal sangat angker. (Sumber foto : Instagram jombangmbois)

Surabaya (beritajatim.com) – Makam Medelek Jombang merupakan salah satu pemakaman yang dipercaya paling angker di Indonesia.

Bahkan, hingga pembangunan tol yang melintasi area ini sedikit dibelokkan karena tidak berani menggeser lahan pemakaman.

Makam yang berlokasi di Medeleg, Randu Beso, Tampingmojo, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang ini konon sejak tahun 900, telah menjadi tempat yang sakral.


Dahulu seseorang harus melewati tempat ini untuk menuju sebuah kerajaan Medang Kamulan.

Dengan ornamen batu-batuan berwarna merah, oranye, dan kuning, membuat bangunan ini tampak megah dan kental dengan sisi keramatnya.

Asal usul penamaan makam Medelek sendiri berasal dari nama orang yang cukup dihormati oleh kerajaan saat itu, yakni Ki Ageng Medelek. Di tempat inilah sosoknya dimakamkan.

Tak ayal jika makam Medelek masih dinggap sakral oleh masyarakat sekitar. Bahkan banyak yang percaya bahwa di makam Medelek Jombang ini ada sebuah kerajaan gaib. Hingga tak sedikit dari mereka yang berkunjung ke sini untuk bekerjasama atau mengadu kekuatan ilmu gaibnya.

Kisah lain menyebutkan bahwa adanya dua benda pusaka yang terdapat di tempat ini membuatnya semakin kental dengan kekuatan magis.

Adapun masing-masing di antaranya dapat memiliki efek yang berbeda. Terlebih jika cara memperlakukannya berbeda. Pun juga berlaku sebaliknya. Namun, energi positif atau negatif dari pusaka ini, semuanya tergantung dari bagaimana masyarakat memperlakukannya.

Konon, semakin kuat energinya, pusaka ini bahkan dianggap dapat menyelamatkan nyawa orang yang telah mati.

Hanya saja saat itu, masyarakat kerap menggunakannya untuk ritual semedi, meningkatkan ilmu gaib, pesugihan, atau melipat gandakan harta. Hal ini juga tidak lepas dari cara Ki Ageng Medelek dahulu mendapatkan pusaka tersebut.

Ia bahkan mengorbankan banyak orang sakti untuk mendapatkannya. Awalnya, dengan banyaknya orang sakti yang terlibat, membuat energi kedua pusaka tersebut semakin meningkat dan mengeluarkan energi positif.

Namun, seiring berjalannya waktu, orang-orang sakti di kerajaan tersebut akhirnya meninggal dan menyisahkan Ki Ageng Medelek. Sehingga akhirnya membuat pusaka tersebut mengeluarkan energi pelindung negatif pada tempat ini.

Adapun pintu sakral yang waktu itu digunakan untuk menuju ke kerajaan. Sehingga masyarakat diharuskan melepas alas kaki sekaligus membersihkan diri terlebih dahulu di sebuah sumur ketika hendak memasukinya.

Sebenarnya bangunan tersebut telah rusak parah, tapi sudah disusun ulang membentuk lingkaran yang menyerupai sumur, hanya saja bagian bawahnya disemen. (fyi/nap)


Apa Reaksi Anda?

Komentar