Ragam

Lima Kesalahan Penanganan Pompholyx Menurut Dokter

(Foto: Josh Hild, pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Pompholyx merupakan gelembung-gelembung kecil berisi cairan pada telapak tangan atau telapak kaki. Selain menimbulkan rasa gatal dan terbakar pada kulit, pompholyx juga kerap datang setiap saat. Meski penyebab munculnuya belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi.

Pampholyx muncul biasanya karena faktor cuaca, hal ini bisa terjadi karena cuaca yang cukup terik atau panas. Bisa juga karena faktor keturunan atau penggunaan antibiotik, seperti Neomycin yang dianggap dapat memicu timbulnya gelembung berair tersebut.

Orang yang sedang mengalami stres juga lebih rentan untuk terserang, Namun faktor yang lebih berpengaruh ialah adanya paparan bahan kimia. Bahan kimia yang dimaksud bisa berupa deterjen, cairan pembersih lantai, hingga produk-produk kecantikan.

Timbulnya rasa gatal dan panas akibat Phopolyx ini kerap membuat penderitanya tidak tahan untuk menggaruk dan melakukan segala cara agar rasa tersebut cepat hilang. Namun, dokter Danar Wicaksono dalam konten TikToknya, menjelaskan bahwa ada lima kesalahan yang kerap dilakukan oleh penderita Pompholyx.

Pertama, dicelupkan ke air panas atau rebusan daun-daunan. Hal ini tidak dianjurkan karena rasa gatal pada bagian tubuh mungkin memang terasa lebih baik saat sedang dicelupkan. Namun, ketika usai melakukannya rasa tidak nyaman tersebut akan kambuh kembali. Bahkan cara ini dianggap bisa menyebabkan iritasi parah pada kulit.

Kedua, membeli sendiri obat atau salep di apotek. Tanpa arahan dari dokter, dikhawatirkan obat yang dibeli sendiri dan digunakan secara terus menerus justru dapat menyebabkan kekebalan dan menghilangkan efeknya.

Ketiga, Tidak mencari tahu penyebabnya. Penderita kerap hanya berfokus pada cara pengobatannya saja, lantas abai pada penyebab munculnya Pompholyx. Padahal, penyakit ini lebih umum disebabkan karena alergi. Jadi, agar tidak berkelanjutan tentu harus mengetahui penyebabnya, baru kemudian fokus untuk menghindari agar tidak terjadi lagi.

Keempat, memecahkan gelembung-gelembungnya. Biasanya kebanyakan orang dengan sengaja menusuk ataupun menggaruknya hingga keluar cairan hingga berdarah. Hal ini sangat tidak dianjurkan karena terbukanya luka tersebut justru bisa menjadi jalan masuk bakteri. Tentu, hal ini akan leih memperparah.

Kelima, mengoleskan minyak-minyakan, seperti minyak kayu putih atau minyak tawon. Minyak-minyakan tersebut justru akan membuat kulit iritasi dan Pompholyx tumbuh lebih banyak. (fyi/tur)



Apa Reaksi Anda?

Komentar