Iklan Banner Sukun
Ragam

Lahir di Masa Genting, Inilah Sejarah Lahirnya Paskibraka

Pengibaran bendera merah putih (foto : Mufid Majnun, Unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – Setiap tahun 68 pemuda-pemudi dari seluruh provinsi di Indonesia didelegasikan menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Mengemban tugas mengibarkan bendera merah putih di Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Halaman Istana Negara, Jakarta.

Namun, kapan sebenarnya Paskibraka ini dibentuk pertama kali? Dalam sejarahnya, Paskibraka lahir ketika Pemerintahan Republik Indonesia sedang dalam ancaman. Segera setelah pembacaan proklamasi, kondisi di Jakarta semakin tidak kondusif. Pasukan Belanda kembali menyerang dengan membawa tentara sekutu untuk merebut kembali Hindia Belanda.

Bukan hanya warga yang diserang, juga meneror para pejabat. Mobil Perdana Menteri Sultan Syahrir ditembaki pasukan sekutu, begitu pula Menteri Penerangan M Arif Syarifudin, dan supir pribadi Presiden Soekarano.

Melihat kondisi yang terus memburuk, Ibu Kota akhirnya dipindahkan dari Jakarta ke Yogyakarta pada 3 Januari 1946. Soekarno dan Hatta melarikan diri ke Yogyakarta menggunakan kereta api, bendera pusaka juga dibawa oleh Presiden Soekarno.

Sejak pindah ke Yogyakarta, semua kegiatan kenegaraan turut dilakukan di Kota Yogyakarta. Salah satu kegiatan kenegaraan yang dilakukan adalah Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Ke-1. Menjelang pelaksanaan peringatan tersebut Presiden Soekarno memerintahkan ajudan Mayor (L) Husein Mutahar untuk persiapan segala sesuatu terkait upacara.

Husein yang merupakan tokoh kepanduan, cikal bakal pramuka, menggagas agar pengibaran bendera dilakukan para pemuda dari berbagai daerah di Indonesia untuk menumbuhkan rasa persatuan. Namun, karena kondisi masih dalam keadaan genting, maka Husein hanya memilih 5 orang yang bermukim di Yogyakarta terdiri dari 3 putra dan 2 putri.

Lima orang tersebut melambangkan Pancasila. Selama empat tahun, sampai 1949 upacara peringatan Kemerdekaan RI selalu dilakukan dengan 5 orang yang diambil dari berbagai daerah di Indonesia.

Formasi pasukan 17-8-45 baru dirumuskan pada tahun 1967. Ketika itu, Presiden Soeharto meminta Husein Mutahar untuk merumuskan tata cara pengibaran bendera. Ia kemudian membuat pasukan dengan tiga kelompok formasi, kelompok 17 sebagai pemandu, kelompok 8 sebagai pembawa bendera, dan pasukan 45 sebagai pengawal.

Pasukan pertama ini diisi oleh Pramuka dan Pasukan Pengawal Presiden. Pembagiannya, pasukan 17 dan 8 direkrut dari anggota Pramuka, dan pasukan 45 diisi oleh Paspampres. Baru di tahun 1968, atau setahun setelahnya, Paskibraka yang dulunya diberi nama Pasukan Pengerek Bendera Pusaka ini diisi para pemuda yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia melalui seleksi. Nama Paskibraka sendiri baru muncul pada tahun 1973 atas usulan Idik Sulaeman, tokoh aktif kepanduan yang juga menjadi Pembina Paskibraka. [tur/bjo]


Apa Reaksi Anda?

Komentar