Ragam

Keutamaan Membaca Surat al-Kahfi pada Hari Jumat

Ilustrasi doa. (Sumber foto : rawpixel.com/freepik.com)

Surabaya (beritajatim.com) – Ada berbagai amalan baik yang bisa dilakukan umat Muslim pada hari Jumat. Salah satunya yaitu membaca surat al-Kahfi pada hari Jumat.

Melansir dari laman NU online, Imam Syafi’i menganjurkan untuk memperbanyak membaca sholawat dan surat al-Kahfi pada hari Jumat. Selain itu, ada keutamaan yang bisa didapat bagi umat Muslim yang membacanya.

“Imam Syafi’i berkata, telah mengkhabarkan kepadaku Ibrahim bin Muhammad, ia berkata telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Abdurrahman bin Ma’mar bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku pada hari Jumat’. Beliau juga berkata, dan telah sampai kepadaku riwayat yang mengatakan bahwa barang siapa yang membaca surat al-Kahf maka ia dilindungi dari fitnahnya Dajjal. Selanjutnya beliau mengatakan, bahwa saya menyukai banyak-banyak membaca shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam setiap keadaan, sedang pada hari Jumat saya lebih menyukainya (dengan memperbanyak lagi membaca shalawat), begitu juga saya suka membaca surat al-Kahf pada malam Jumat dan siangnya karena adanya riwayat dalam hal ini.” (Muhammad Idris asy-Syafi’i, al-Umm, Bairut-Dar al-Ma’rifah, 1393 H, juz, 1, h. 207).

Berdasarkan penjelasan di atas, maka hukum membaca surat al-Kahfi pada hari Jumat adalah sunah. Sebab, terdapat riwayat yang mengatakan bahwa barang siapa yang membaca surat al-Kahfi maka akan dilindungi dari fitnahnya Dajjal.

Lalu, apa hubungannya membaca surat al-Kahfi dengan hari Jumat?

Hari Jumat merupakan hari yang luar biasa karena ada beberapa peristiwa penting terjadi pada hari Jumat. Beberapa peristiwa penting itu seperti diciptakannya Nabi Adam as, di masukkannya Nabi Adam dan dikeluarkannya dari surga, dan yang paling menggetarkan adalah kelak hari kiamat jatuh pada hari Jumat.

Sebagaimana riwayat yang terdapat dalam kitab Shahih Muslim.

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ

Artinya: Sebaik-baiknya hari di mana sang surya menyinarinya adalah hari Jumat. Pada hari Jumat Nabi Adam as dimasukkan ke dalam surga, dan dikeluarkan darinya. Dan kiamat tidak terjadi kecuali pada hari Jumat. (HR Muslim)

Dari penjelasan tersebut, maka dapat ditarik hubungan antara membaca surat a-Kahfi dengan hari Jumat beserta hikmahnya. Dalam hadis disebutkan bahwa kiamat jatuh pada hari Jumat. Oleh karena itu, hari Jumat diidentikkan dengan hari kiamat. Sebab, hari Jumat itu sendiri mengandung pengertian berkumpulnya makhluk seperti kiamat di mana seluruh makhluk dikumpulkan.

Sementara itu, dalam surat al-Kahfi terdapat gambaran mengenai menakutkannya hari kiamat (ahwal al-qiyamah). Misalnya pada ayat berikut ini:

وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْأَرْضَ بَارِزَةً وَحَشَرْنَاهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا

Artinya: Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami perjalankan gunung-gunung dan engkau melihat bumi rata dan Kami kumpulkan mereka (seluruh manusia), dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka” (Q.S. Al-Kahfi: 47).

Selain itu, dalam penjelasan lain juga menerangkan hubungan antara surat al-Kahfi dan hari Jumat.

وَالْحِكْمَةُ مِنْ قِرَاءَتِهَا أَنَّ السَّاعَةَ تَقُومُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، كَمَا ثَبَتَ فِي صَحِيحِ مُسْلِمٍ، وَالْجُمُعَةُ مُشَبَّهَةٌ بِهَا لِمَا فِيهَا مِنِ اجْتِمَاعِ الْخَلْقِ، وَفِي الْكَهْفِ ذِكْرُ أَهْوَالِ الْقِيَامَةِ

Artinya: Hikmah membaca surat al-Kahfi adalah bahwa hari kiamat jatuh pada hari Jumat sebagaimana riwayat yang terdalam dalam kitab Shahih Muslim. Dan hari Jumat itu diserupakan dengan hari kiamat karena di dalamnya terdapat perkumpulan makhluk, sedang di dalam surat al-Kahfi digambarkan mengenai pelbagai keadaan kiamat yang sangat menyeramkan. (Wahbah az-Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Damaskus-Dar al-Fikr, cet ke-12, juz, 4, halaman 461).

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka penting bagi umat Muslim untuk memperbanyak dzikir, sholawat, dan kebajikan, terutama pada hari Jumat. Semoga umat Muslim dapat memanfaatkan hari Jumat dengan amalan-amalan baik yang bisa menambah pahala untuk bekal di akhirat kelak. (nap)

Apa Reaksi Anda?

Komentar