Iklan Banner Sukun
Ragam

Kentut Berbau Busuk? Kenali Penyebabnya, Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

Sumber foto: Andrea Paicquadio/pexels.com

Surabaya (beritajatim.com) – Kentut sebenarnya merupakan aktivitas yang normal, bahkan dapat memberi manfaat baik bagi usus karena menurunkan risiko komplikasi usus besar di masa mendatang. Sebaliknya, menahan kentut karena kentut justru berbaha, lantaran menahan gas berarti membatasi mobilitas usus. Nantinya akan mengakibatkan rasa tidak nyaman pada pencernaan, sembelit, hingga nyeri.

Sebagian besar manusia menyimpan sekitar 0,5 hingga 1,5 liter gas di dalam saluran pencernaannya, yang mana masuk ketika sedang berbicara, makan, mengunyah, dan menelan. Sehingga normal ketika kalian kentut sebanyak 13-21 kali dalam sehari.

Terkadang, yang membuat malu adalah ketika kentut mengeluarkan bau yang tidak sedap, ini tentu saja bisa mengganggu kenyamanan diri sendiri dan orang lain jika terjadi di tempat umum. Meski kentut adalah hal yang biasa, kentut berbau busuk bukanlah hal yang wajar, bahkan bisa menjadi indikasi adanya penyakit serius di sistem pencernaan.

Di bawah ini merupakan beberapa faktor yang bisa sebabkan kentut berbau busuk.

1. Makanan tinggi serat

Mengonsumsi makanan yang kaya akan serat memang sangat baik untuk tubuh, tetapi bisa menjadi berbahaya apabila dikonsumsi secara berlebihan, salah satunya berdampak pada kentut yang berbau busuk. Ini karena tubuh butuh waktu untuk mencerna makanan berserat, sehingga tidak bisa jika dimakan dalam waktu dekat maka tubuh akan mengolahnya lebih lama lagi.

Selain serat, makanan yang mengandung sulfur juga berpengaruh pada aroma kentut. Seperti kacang-kacangan, telur, brokoli, bawang putih, atau kol.

2. Malabsorpsi karbohidrat

Istilah ini mungkin masih asing di telinga kalian, yakni kondisi di mana saluran cerna tidak mampu mengolah karbohidrat yang masuk dalam tubuh secara maksimal. Kasusnya hampir sama ketika kalian terlalu banyak makan asupan serat dan sulfur. Kondisi ini akan mengakibatkan nyeri pada perut dan kembung dalam keadaan yang masih ringan. Tetapi jika sudah parah, pengidapnya bisa menderita penyakit celiac yang berdampak pada kaku sendi, tulang yang lemah, hingga kejang.

3. Penumpukan bakteri dan infeksi

Perlu diketahui, proses yang terjadi ketika tubuh mencerna makanan adalah nutrisi yang diekstrak lalu dikirimkan ke aliran darah, sementara limbah akan dikirim ke usus besar dan berakhir menjadi kotoran. Ketika kalian mengalami sembelit atau buang air besar tidak teratur, maka artinya proses pencernaan terhambat dan memicu tumbuhnya bakteri berlebihan.

Parahnya lagi, bakteri yang menumpuk ini juga bisa menyebabkan infeksi pada usus dan saluran pencernaan. Alhasil, volume kentut akan meningkat serta dibarengi aroma yang tidak sedap. Pada kondisi tertentu, penderita juga bisa mengalami sakit perut dan diare.

4. Obat-obatan

Meski tidak selalu meminum obat, jangan remehkan penyebab satu ini! Ketika aroma kentut kalian tidak sedap, coba ingat-ingat lagi obat apa yang telah kalian konsumsi. Antibiotik dikenal berfungsi untuk membunuh patogen berbahaya dalam tubuh, namun di lain sisi beberapa bakteri “baik” juga ikut lenyap. Tanpa bakteri “baik”, kentut berpotensi akan lebih bau dari biasanya.

Apabila kalian merasa kentut berbau tidak normal bahkan secara terus menerus terjadi, segera lakukan pengecekan pada dokter untuk mengetahui masalah pada pencernaan. Jangan sepelekan sebelum terlambat. (mnd/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev