Iklan Banner Sukun
Ragam

Kenali Faktor Penyebab KDRT, Dominasi Gender Jadi Salah Satu Sebabnya

foto/ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com) – Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) adalah masalah serius, dan sudah sepatutnya mendapat penanganan yang tepat.

Tidak patut jika KDRT dijadikan sebagai bahan bercandaan, apalagi hanya demi mendulang rupiah. Korban KDRT sangat rentan mengalami trauma, depresi, keinginan untuk bunuh diri hingga pegembangan perilaku serupa.

Adanya tindakan KDRT bisa jadi penanda bahwa hubungan tersebut tidak sehat, entah karena adanya dominasi gender dari salah-satu pihak atau karena ekonomi. Banyak faktor yang melatar belakangi tindakan KDRT.


Berikut faktor-faktor penyebab KDRT

Dominasi Gender

Meski laki-laki dan perempuan sama-sama bisa menjadi korban KDRT. Namun, fakta di lapangan menunjukkan, bahwa perempuan lebih rentan mengalami KDRT.

Resiko perempuan alami KDRT dari pasangannya 1.34 kali lebih besar ketimbang laki-laki. Ini menunjukkan adanya kecenderungan dari dominasi gender tertentu. Banyak pasangan tidak menyadari tentang kesetaraan gender.

Masih banyak kultur di Indonesia yang menganggap atau minimal mempraktekkan hubungan suami istri seperti hubungan atasan dan bawahan, majikan dan buruh, orang nomor satu dan orang kedua. Hal inilah yang menjadi sebab pihak yang merasa menjadi superior merasa punya kuasa untuk melakukan kekerasan fisik, verbal bahkan kekerasan seksual.

Hierarki

Budaya maupun kepercayaan yang dianut oleh masyarakat percaya adanya hierarki antar gender. Misal, adanya kepercayaan, bahwa laki-laki lebih mulia ketimbang perempuan.

Selain itu, perbedaan kasta sosial antara pasangan juga bisa menjadi pemicu bahwa pelaku KDRT merasa dirinya memiliki kuasa lebih besar terhadap pasanganya.

Ekonomi

Faktor ekonomi menjadi salah satu sebab tindakan KDRT terbanyak. Dikutip dari laman Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia menyebutkan bahwa perempuan dengan tingkat kesejahteraan rendah cenderung beresiko lebih tinggi mengalami KDRT.

Hal ini sering dikaitkan dengan tingkat kesejahteraan rumah tangga. Semakin rendah kesejahteraan rumah tangga, semakin besar resiko KDRT dalam suatu rumah tangga.

Ketergantungan istri pada suami

Ketimpangan nyata pada sumber ekonomi keluarga menimbulkan perasaan dominasi dari salah-satu pihak.

Perasaan inilah yang memicu pasangan merasa lebih berhak atas pasangannya dan bertindak seenaknya. (Jhn/nap)


Apa Reaksi Anda?

Komentar