Iklan Banner Sukun
Ragam

Kenali Beberapa Jenis Alat Kontrasepsi dan KB Sekaligus Efek Sampingnya

Ilustrasi jenis-jenis KB yang memiliki efek samping (Foto: Nataliya Vaitkevich, Pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Berikut adalah beberapa macam jenis Keluarga Berencana (KB) sebagai alat kontrasepsi yang digunakan untuk mencegah kehamilan, karena tidak selalu berupa pil.

Untuk para pasangan suami istri (Pasutri) yang ingin melakukan program Keluarga Berencana (KB) dalam rangka mencegah kehamilan, tentu perlu mempertimbangkan segala aspek. Mulai dari pemilihan jenis kontrasepsi atau KB, hingga efek sampingnya.

Dengan demikian, setidaknya pasutri bisa tahu cara menanggapi atau bahkan meminimalisir kemungkinan buruk yang bisa terjadi dari efek samping tersebut. Adapun beberapa jenis KB beserta efek sampingnya yang perlu diketahui para Pasutri, di antaranya;

KB suntik

Seperti namanya, KB suntik dilakukan melalui proses penyuntikan di bagian tubuh tertentu, seperti pantat, lengan atas, paha, atau bagian bawah perut. Umumnya suntik KB dilakukan satu bulan atau tiga bulan sekali.

Beberapa efek samping yang ditimbulkan KB suntik ialah timbulnya jerawat, rasa mual, sakit kepala, berat badan naik, gairah seks menurun, hingga terjadinya pendarahan di luar jadwal haid atau bahkan tidak haid sama sekali.

Pil KB

Penggunaan pil KB dirasa cukup mudah, yakni dengan mengonsumsinya setiap hari. Bahkan ini bisa dibeli di apotek-apotek terdekat dengan beragam merek.

Meski begitu, penggunaan pil KB juga memiliki beberapa efek samping, seperti timbulnya rasa mual, gairah seks jadi menurun, berat badan naik, sakit kepala, rasa tidak nyaman pada payudara, haid di luar jadwal, terganggunya produksi ASI, hingga meningkatnya risiko darah tinggi dan penyakit kardiovaskular.

Implan (Susuk)

Alat kontrasepsi yang satu ini berbentuk batang kecil. Biasanya dimasukkan ke dalam kulit bagian lengan atas. Karena bentuknya yang kecil tersebut, tak ayal jika banyak orang yang tak dapat melihatnya. Implan atau susuk ini dianggap bisa bertahan hingga empat tahun.

Tentu saja penggunaan implan juga memiliki efek samping. Mulai dari menstruasi jadi tidak teratur, berat badan meningkat, rasa nyeri pada bagian implan ditanam, hingga kemungkinan sulit hamil kembali bahkan setelah implan dilepas.

IUD (Intrauterine device) atau KB Spiral

IUD atau KB spiral merupakan alat kontrasepsi berbahan plastik. Cara mengaplikasikan alat ini yakni dengan memasukkannya ke dalam rahim. KB spiral ini bisa mencegah kehamilan selama empat atau bahkan sepuluh tahun, tergantung pada tipe yang dipakai.

Penggunaan IUD atau KB spiral juga tak luput dari efek samping. Seseorang yang memilih kontrasepsi ini, biasanya akan merasakan kram perut, menstruasi jadi tidak teratur atau bahkan pendarahan yang cukup banyak ketika haid.

Tak jarang ketika haid biasanya alat kontrasepsi ini akan bergeser dan lepas dengan sendirinya. IUD juga bisa membuat infeksi jika tubuh menolaknya. (fyi/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar