Iklan Banner Sukun
Ragam

Kenali 5 Faktor Pemicu Asma, Penderita Wajib Hindari

Ilustrasi pertolongan pertama saat penyakit asma kambuh. (Sahej, unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – Penyakit asma adalah gangguan pada sistem pernapasan dimana hal ini menyebabkan terjadinya sesak napas, juga penyempitan di saluran napas. Asma adalah penyakit yang dapat kambuh kapan saja, terutama jika ada hal yang bisa memicu terjadinya asma.

Oleh sebab itu, bagi Anda yang menjadi pengidap asma, harus tahu berbagai pemicu yang dapat membuat asma kambuh. Seperti dilansir dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), cdc.org, berikut ini berbagai 5 faktor pemicu asma yang harus diwaspadai bagi pengidap penyakit ini.

1. Alergen

Alergen adalah bahan yang menimbulkan alergi seperti debu rumah, bulu binatang, dan lain-lain. Jika Anda mengidap asma, sebaiknya konsultasikan dengan dokter alegren apa yang harus Anda hindari. Faktor pemicu asma ini cukup banyak terjadi , karena bersinggungan langsung dengan kehidupan di sekitar.

2. Kelelahan Infeksi (terutama infeksi virus)

Kelelahan (setelah olahraga) juga dapat menimbulkan serangan asma, tetapi dapat dicegah jika sebelumnya memakai obat hirup.

3. Udara Dingin

Udara dingin punya kandungan kelembaban yang sedikit, sehingga membuat paru-paru berkontraksi. Akibatnya, saluran pernapasan menegang, sehingga membuat gejala asma menjadi kambuh, seperti batuk atau nyeri dada.

3. Infeksi Saluran Napas

Beberapa infeksi saluran napas, seperti respiratory syncytial virus (RSV) dapat menyebabkan asma pada anak-anak. Terkadang di beberapa kasus juga menyerang orang dewasa.

4. Udara Tercemar

Menghirup udara yang tercemar, seperti asap rokok, emisi kendaraan dan pabrik, hingga asap pembakaran sampah dapat menyebabkan asma pada beberapa orang. Di samping itu, udara yang kotor juga bisa membahayakan bayi dan anak-anak sebab belum memiliki sistem imunitas yang kuat.

Kendati tidak bisa disembuhkan, asma bisa dikendalikan sehingga kualitas hidup penderitanya baik. Asma adalah penyakit tidak menular. Penderitanya sulit bernapas karena penyempitan saluran pernapasan. Penyempitan terjadi karena otot-otot polos di saluran pernapasan berkontraksi.

Selain itu, peradangan turut membuat dinding saluran napas menebal. Kendati tidak bisa disembuhkan, asma bisa dikendalikan. Gejala asma berupa dada terasa berat, sesak, batuk, dan mengi.

Gejala ini umumnya timbul di malam atau dini hari. Konsumsi obat yang teratur sesuai anjuran dokter dinilai tidak cukup. Penderita asma harus mengenali penyebab asma dan menghindarinya. (dan/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar