Iklan Banner Sukun
Ragam

Kecenderungan Aneh, Wanita Ini Nikahi Menara Eiffel, Jatuh Cinta Pada Crane, Kini Bergairah ke Pagar Kayu

Surabaya (beritajatim.com) РPernahkah mendengar tentang Objectum Sexuals (OS)? Istilah ini disematkan pada mereka yang memiliki kecenderungan asmara terhadap benda-benda mati.

Biasanya mereka yang memiliki OS cenderung tertarik secara romantis maupun seksual dengan benda mati yang spesifik, seperti balon, mainan pesawat dan sebagainya.

Demikian halnya dengan seorang wanita Amerika Serikat, Erika Eiffel. Dia jadi sorotan karena telah berulang kali jatuh cinta pada objek-objek yang tidak memiliki spesifikasi yang sejenis.

Pada dasarnya Erika adalah pemanah yang kompetitif dan sering bertanding pada kompetisi nasional maupun internasional. Lebih dari itu perempuan ini adalah pejuang seksualitas objek.

Dikutip dari Indiatimes, kali ini Erika jatuh cinta dan tertarik secara seksual dengan pagar kayu.

Dia sekarang menjadi ‘kembali’ viral setelah sebuah video miliknya muncul di mana terlihat mengangkangi pagar merah. Dia membiarkan pemirsa merasakan cinta yang dialaminya untuk objek tersebut.

“Saya sama sekali tidak menyangka menemukan pagar seperti ini di sini,” katanya. “Maksud saya, ini adalah bentuk yang sangat saya sukai. Sudut-sudut ini? Luar biasa.”

Dia melanjutkan, “Pagar adalah objek yang sangat berbahaya (menantang, red) bagi saya karena begitu sempurna dalam geometrinya. Maksud saya, saya harus mengatakan ada banyak hal fisik yang terjadi saat ini. Saya benar-benar tertarik secara fisik pada pagar ini dan saya ingin mengenal pagar ini lebih baik.”

Setelah berbicara dengan penonton, Erika mulai berbicara langsung ke pagar. Dikenal sebagai Erika Eiffel, perempuan yang memiliki nama asli Erika Aya ini telah berkali kali jatuh cinta pada benda mati.

Ya, seperti yang sudah bisa diduga, bahwa pertamakali nama Eiffel bersandang padanya karena pada tahun 2007 dia mengikrarkan komitmen untuk menikahi Menara Eiffel di Paris.

Dalam sebuah wawancara dengan ABC News di tahun 2009, Erika mengaku belum lama ‘mengenal’ menara Eiffel namun telah memiliki perasaan yang intens atas menara besi berbentuk kisi terbuka itu.

Erika sendiri mengakui bahwa sebagai objectum sexuals kehidupan asmaranya tidak terarah pada manusia, tetapi pada benda-benda. Di ABC News disebut bahwa benda-benda ini bisa mencakup mesin komputer, satu set drum, hingga monumen nasional – asalkan dalam benda-benda itu terasa memiliki suatu koneksi.

“Kami merasakan suatu koneksi dengan benda-benda. Kami merasa hal tersebut sesuatu yang sangat normal, yaitu untuk merasakan hubungan secara emosi, spiritual, dan juga fisik (pada benda-benda).”

Mencintai dan tertarik secara seksual terhadap benda-benda mati, Erika pun mendapat berbagai penolakan dari lingkungan sosialnya, Erika pun sudah tidak dianggap anak oleh ibunya sendiri, gara-gara orientasi seksualnya. Ia juga kehilangan hampir seluruh kontrak sponsor dalam karir memanahnya, setelah menyatakan diri jatuh cinta dengan busur panah yang ia pakai.

Kemudian, patah hati yang paling berat dialami Erika. Sebuah adegan di film dokumenter menunjukkan ia mencium dan ‘menunggangi’ salah satu palang besi di Menara Eiffel. Dari situ, diakui Erika, pengelola Eiffel menyatakan tak mau lagi berurusan dengan wanita tersebut.

“Saya bahkan tak tahu bagaimana harus mengungkapkan betapa hati saya remuk. Saya benar-benar hancur. Itu jadi pukulan terakhir saya, dan saya harus pergi,” kata dia.

Setelah ‘putus’ dengan Menara Eiffel, Erika pun bekerja sebagai operator mesin crane. Dan dalam kesendirian, di atas ketinggian, ia mengakui bibit cinta telah bersemi antara dirinya dengan mesin crane yang ia operasikan.

“Butuh waktu lama bagi saya untuk memulai suatu hubungan baru,” kata Erika.

“Saya rasa saya tidak akan pernah jatuh cinta lagi. Namun, menjadi operator mesin crane, tak ada yang bisa melarang atau mempertanyakan hasrat saya mengenal benda tersebut. Saya merasa gedung-gedung yang kami bangun adalah anak-anak yang kami asuh bersama.” [adg/beq]

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar