Iklan Banner Sukun
Ragam

Kebiri Kucing untuk Kurangi Populasi, Apakah Aman?

(Foto: Dương Nhân, pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Kucing memang hewan yang menggemaskan. Tingkahnya yang lucu dan bulu-bulu halusnya membuat banyak orang mudah jatuh cinta pada hewan berkaki empat ini. Beberapa orang, ada yang memilih untuk memelihara kucing ras namun, ada juga yang mengadopsi kucing di jalanan lantaran kasian.

Tak bisa dipungkiri, masih banyak kucing-kucing terlantar dan tak bertuan. Apalagi saat mereka masih harus berkembang biak lagi dengan jumlah anak yang tak sedikit, lalu harus kemanakah kucing-kucing tersebut?

Untuk menanggulangi ini, beberapa orang sudah menerap sistem sterilisasi pada hewan. Dimana, proses kebiri dilakukan untuk memandulkan atau mensterilkan kucing peliharaan atau kucing jalanan. Ini menjadi salah satu cara untuk mengendalikan krisis tunawisma hewan.

Namun, tindakan ini hingga saat ini masih menuai pro dan kontra. Beberapa orang tidak setuju dengan proses kebiri kucing karena dianggap melanggar hak si kucing untuk memiliki anak.

Drh. Angela Maharani pernah mengatakan bahwa steril ini lebih dianjurkan dalam segi kedokeran. Selain mencegah kehamilan dsn over populasi, juga mencegah berbagai penyakit yang datang akibat kucing selalu kawin dengan dengan siapa saja. Drh. Angela sendiri menyarankan bahwa proses kebiri pada kucing boleh dilakukan saat si kucing sudah berusia 6 bulan.

Meski si kucing sudah dikebiri, bukan berarti ia tidak bisa kawin lagi. Pada kucing jantan, dokter hewan akan mengangkat testis kucing. Jadi, kucing jantan tidak lagi dapat memproduksi sperma untuk membuahi indung telur kucing betina.

Sedangkan pada kucing betina, dokter hewan akan mengambil rahimny. Dengan begitu, apabila kucing betina dikawin paksa oleh kucing jantan liar, kucing betina tidak akan hamil. Hal ini karena sperma kucing jantan tidak menemukan induk telur.

Beberapa orang yang peliharannya sudah disteril juga mengatakan sifat kucing mereka menjadi lebih tenang. Ini benar, terutama mengurangi aktivitas perkelahian antar kucing jantan saat musim kawin. Mensterilkan kucing, sama dengan mengurangi naluri agresifnya, karena tidak ada lagi hormon yang mendoronf untuk mencari pasangan dan mempertahankan wilayahnya.

Selain itu mereka juga tidak lagi memiliki nafsu untuk berkelana, karena tak ada hormon untuk kawin. Sehingga si kucing cenderung lebih senang berada di rumah. Bahkan sifatnya akan berubah, lebih jinak, lebih manja, atau lebih pendiam. Ini hal yang bagus bukan?

Pada beberapa kasus, kucing yang disteril juga akan memiliki nafsu makan yang meningkat. Inilah kenapa mereka akan lebih gendut. Namun berhati-hatilah saat berat badan si kucing mulai berlebihan, karena akan menyebabkan obesitas dan memperpendek umur si kucing. [mnd/tur]


Apa Reaksi Anda?

Komentar