Iklan Banner Sukun
Ragam

Kebiasaan ‘Tidak Melakukan Apapun’ yang Ada Di Dunia

Kinga, Unsplash

Surabaya (beritajatim.com) – Tidak melakukan apapun alias do nothing ternyata tidak hanya terjadi di negara Indonesia. Di beberapa negara yang ada di dunia juga melakukan kebiasaan serupa. Jika di Indonesia istilah tidak melakukan apa-apa dikenal dengan rebahan. Beberapa negara berikut ini punya istilah sendiri untuk menyebut kebiasaan do nothing tersebut.

Kebiasaan tidak melakukan apa-apa sebenarnya tidak perlu dirisaukan, sebab itu hal lumrah. Tidak perlu harus cari-cari alasan agar terlihat sibuk, atau punya aktivitas. Berikut ini istilah tidak melakukan apapun di beberapa negara.

Dolce far niente

Istilah ini merupakan sebutan tidak melakukan apapun di negara Italia. Italia memang terkenal sebagai negara yang punya makanan enak dan pendekatan rileks pada kehidupan.

Hal itu yang kemudian oleh masyarakat Italia dipadukan untuk menciptakan istilah dolce far niente. Artinya, menganggur dengan manis, yang hampir sama artinya dengan rebahan di Indonesia.

Siesta

Istilah siesta ini populer di dua negara yaitu Spanyol dan Prancis. Istilah ini dikenal

sebagai waktu saat tengah hari saat cuaca terlalu panas untuk aktivitas di luar dan cocok dimanfaatkan untuk tidur siang. Istilah siesta ini dekat dengan aktivitas bermalas-malas lantaran di luar sedang panas.

Wu-Wei

Konsep wu-wei ini berasal dari negara Tiongkok. Wu-wei jika diterjemah bebas makan berarti ‘tidak bertindak’. Akarnya adalah dari ajaran Taoisme Lao Tzu, salah satu filsuf Tiongkok paling berpengaruh. Lao Tzu mengajarkan untuk menerapkan konsep tidak melakukan apapun pada suatu waktu tertentu.

Niksen

Niksen merupakan istilah yang banyak terpakai di Belanda. Dalam bahasa Belanda sendiri niksen berasal dari ‘niks’ yang memiliki arti ‘nihil’. Jadi, secara arti kata niksen adalah nihil alias tidak melakukan apapun. Kebiasaan tidak melakukan apapun di Belanda biasa terhabiskan dengan berbaring di sofa.

Tidak melakukan apapun memang perlu dilakukan suatu waktu demi memberi jeda pada tubuh. Aktivitas ini juga bisa mendongkrak performa seseorang yang sedang jenuh pada rutinitas. Namun, jangan terlalu banyak melakukan rebahan, karena berakhir pada penurunan produktivitas. [dan/esd]

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar