Iklan Banner Sukun
Ragam

Kasus Cacar Monyet Pada Anak-anak Telah Ditemukan, Apa yang Harus Dilakukan Orangtua?

Ilustrasi anak yang mengalami demam. (pexels/cottonbro)

Surabaya (beritajatim.com) – Cacar Monyet menjadi momok penyakit baru setelah pandemi virus Covid yang melanda dunia. Meskipun keberadaannya di Indonesia masih berupa dugaan, namun perkembangan virus ini di luar negeri sudah mendapatkan perhatian khusus.

Di Amerika Serikat, Presiden Joe Biden secara resmi menyatakan cacar monyet sebagai darurat kesehatan nasional pada hari Kamis. Melansir Fortune (06/08/22), kasus cacar monyet di Amerika telah dikonfirmasi sebanyak 7.102 kasus.

Baru-baru ini juga telah dilaporkan bahwa cacar monyet telah menjangkiti balita dan bayi di California. Dugaan sementara penularan ini didapat dari orang-orang yang ada di rumah.


Wakil Direktur Divisi Patogen dan Patologi Konsekuensi Tinggi CDC, Dr. Jennifer McQuiston mengaku tidak merasa heran bahwa muncul kasus cacar monyet pada anak-anak.

Apa itu penyakit cacar monyet dan apa gejalanya pada anak-anak?

Cacar monyet atau Monkeypox adalah penyakit langka yang disebabkan oleh virus monkeypox. Secara umum, monkeypox pada anak-anak memiliki gejala yang sama dengan orang dewasa. Yakni demam, pembengkakan kelenjar getah bening, dan timbulnya ruam atau lesi kulit di seluruh tubuh.

Gejala yang timbul biasanya terjadi dalam tiga minggu setelah terpapar dan berlangsung hingga empat minggu. Sebagian besar kasus berskala ringan dan tidak memerlukan rawat inap. Tetepi beberapa juga sangat parah pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Bagaimana cacar monyet ditularkan?

Virus cacar monyet diketahui tidak mudah menular seperti virus yang menyerang pernapasan. “Dibandingkan dengan COVID 19 dan virus yang biasa diidap anak-anak lainnya, seperti flu dan RSV (respiratory syncytial virus), cacar monyet tidak menular antar manusia dengan sangat mudah,” kata Dr. Larry Kociolek, di Rumah Sakit Anak Ann & Robert H pada wartawan Fortune.

Cara termudah untuk menularkan cacar monyet adalah melalui kontak langsung dengan kulit yang mengalami lesi. “Ini tidak menular melalui kontak biasa,” kata Dr. Kociolek.

“Anda tidak akan tertular cacar monyet dengan interaksi tatap muka singkat dengan penderita, namun dengan kontak dekat langsung yang sangat lama.” lanjutnya.

Jika orangtua tertular, bagaimana cara mencegahnya menularkan pada anak-anak?

Tindakan pencegahan untuk cacar monyet mirip dengan tindakan yang sama pada infeksi umum lainnya. Yakni: isolasi mandiri di rumah, menghindari kontak dengan orang lain, dan sering mencuci tangan dengan sabun dengan air mengalir selama 20 detik, terutama sebelum makan.

Segera periksa ke dokter apabila mengalami gejala. “Cara terpenting untuk mencegah penyebarannya adalah dengan menjaga lesi kulit tetap tertutup dan tidak memegang barang yang sama yang digunakan orang lain, seperti seprei, handuk dan pakaian.”

Apa penularan bagi anak-anak beresiko tinggi?

Untuk sekarang kemungkinan anak tertular cacar monyet masih rendah. “Jadi sebagian besar ruam pada anak-anak berasal dari penyakit yang tidak menular,” kata Dr. Kociolek.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), Anak-anak di bawah usia 8 tahun, termasuk bayi yang memiliki memiliki kondisi kulit, seperti eksim, dan mengalami gangguan kekebalan, mungkin berisiko lebih tinggi.

Jika anda menemukan anak telah terpapar atau mengalami ruam yang sesuai seperti gejala Cacar Monyet, maka harus segera menghubungi dokter anak untuk mendapatkan panduan lebih lanjut. (Kai/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev