Iklan Banner Sukun
Ragam

Jihane Almira, Pemenang Kostum Terbaik di Ajang Miss Supranational 2021

Kostum Jihane Almira (foto : instagram @jihanealmira)

Surabaya (beritajatim.com) – Ajang Miss World dan Miss Universe mungkin sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Namun pernahkah kalian mendengar tentang kontes kecantikan Miss Supranational? Ajang ini didirikan oleh World Beauty Association di Panama. Tepatnya, berkantor pusat di Polandia. Kontes Miss Supranational sendiri pertama kali digelar pada tahun 2009.

Tahun ini, penyelenggaraan kompetisi ini yang ke- 12 berlangsung di Nowy Sacz, Polandia. Sesuai dengan mottonya, Glamour, Fashion,and Natural Beautty, kontes Miss Supranational diikuti 56 perempuan cantik yang berasal dari berbagai negara. Indonesia pun menjadi salah satunya, dengan menghadirkan Jihane Almira sebagai wakil Indonesia.

Setelah lolos dan masuk pada tahap Top 12, Jihane pun berhasil membawa kabar bahagia. Ia telah membawa pulang 3 penghargaan sekaligus. Gadis yang memiliki darah Lebanon dan Jawa Tengah ini menjadi juara favorit atau Supra Fan Vote.

Lalu ia juga dinobatkan sebagai Miss Supranational Asia, yang artinya ia menjadi perwakilan dari benua Asia yang meraih peringkat tertinggi. Selanjutnya, kostum nasional yang dipamerkan Jihane dii malam Top 12 juga mendapat gelar Best National Costume.

Sedikit cerita, kostum yang bertema “The Dashing of Equus Caballus” ini dirancang oleh Levico Butik yang berkolaborasi dengan Eggie Jasmin Artisan.

Terinspirasi dari keunikan dan kegagahan Kuda Sumba Nusa Tenggara Timur (NTT), busana ini terlihat begitu megah dan menawan, dibuat dalam fabrikasi berlapis emas, topi baja, dan sepatu boot. Penggunaan sentuhan serba emas, dengan taburan 10 ribu rhinestones berlian dipadukan dengan kain brokat, membuat kostum tampak elegan dan mewah. Siapapun yang melihatnya tentu saja akan berdecak kagum lantaran terpesona.

Pemilik nama lengkap Jihane Almira Chedid ini sudah mengikuti kompetisi sejak 7 Agustus lalu. Malam Final pun digelar pada Sabtu (21/8). Ajang ini seharusnya diadakan pada 2020 lalu, namun terpaksa diundur karena wabah Covid-19.

Melalui kompetisi Supranational ini, Jihane tak ingin hanya sekedar berkompetisi, ia memiliki misi menyebar luaskan pada dunia bahwa Indonesia memiliki produk-produk industri tradisional berbasis budaya dan pariwisata karya anak bangsa. [mnd/bjo]


Apa Reaksi Anda?

Komentar