Iklan Banner Sukun
Ragam

Jelang Tayang Film Sri Asih, Joko Anwar Ajak Masyarakat Mendukung Superhero Indonesia

Poster film Sri Asih yang akan segera tayang di bioskop. (Sinema Bumilangit)

Surabaya (beritajatim.com) – Sri Asih menjadi film yang mengangkat tema superhero berikutnya setelah film Gundala dalam Jagat Sinema Bumilangit, yang dirilis pada pertengahan tahun 2019.

Melihat film superhero sebelumnya yang cukup sukses, banyak pecinta film yang sangat antusias menunggu perilisan film Sri Asih. Film ini akhirnya siap rilis serentak di seluruh bioskop Tanah Air pada 6 Oktober 2022.

Miliki latar belakang sebagai superhero perempuan berdarah Sunda, Film ini dibintangi oleh Pevita Pearce, Reza Rahadian, Christine Hakim, Jefri Nichol, Dimas Anggara, dan Surya Saputra.


Selama masa promosi film, Joko Anwar mengajak masyarakat untuk mendukung superhero Indonesia. Melalui akun Twitternya ia juga menulis, “Tahun 2017, kami memulai sebuah mimpi: Indonesia punya sebuah jagat sinema superhero sendiri. Saat itu terasa seperti cita-cita yang ketinggian. Bujet, waktu suting terbatas, diatasi dengan cast & crew penuh komitmen & dedikasi. Lahirlah GUNDALA.” Joko Anwar juga menyampaikan, bahwa film Sri Asih diharapakan mampu melanjutkan kembali kejayaan superhero di Indonesia.

Film Sri Asih disutradarai film producer, Sartri Dania Sulfiati dan ditulis olehnya bersama dengan Joko Anwar. Film yang diproduksi oleh Screenplay Bumilangit (SBL) ini, memiliki daya pikat yang sangat menarik untuk ditonton. Terutama pada aksi laga dan efek CGI yang akan disuguhkan kepada penonton.

Keseriusan penggarapan film ini sudah terasa sejak tahun 2019 lalu. Bahkan, Pevita Pearce selaku pemeran utama rela menjalani latihan fisik, selama kurang lebih sembilan bulan demi melakoni adegan laga. Dalam kesungguhannya, Pevita melakukan latihan bela diri bersama Iko Uwais, serta meminta masukan kepada aktor-aktor film laga, seperti Iko Uwais, Joe Taslim, dan Julie Estelle.

Sinopsis Film Sri Asih

Sri Asih adalah nama superhero perempuan Indonesa, yang pertama kali diperkenalkan oleh R. A. Kosasih lewat komik klasik yang dipublikasikan tahun 1954. Ia adalah seorang gadis Sunda yang bekerja sebagai investigator independen dan memiliki kekuatan super setara 250 pria dewasa. Bukan sembarang super, dirinya adalah keturunan dewa dan merupakan titisan Dewi Sri yang juga dikenal sebagai dewi keadilan.

Diceritakan bahwa Alana tidak mengerti mengapa dia selalu dikuasai oleh kemarahan. Tapi dia selalu berusaha untuk melawannya sambil menjalani hari-harinya yang cukup sulit. Alana lahir ketika letusan gunung berapi yang memisahkan dia dan orang tuanya.

Dia kemudian diadopsi oleh seorang wanita kaya yang berusaha membantunya menjalani kehidupan normal. Tapi saat dewasa, Alana menemukan kebenaran tentang asalnya. Dia bukan manusia biasa. Dia bisa menjadi kebaikan untuk kehidupan. Atau menjadi kehancuran bila ia tidak dapat mengendalikan amarahnya. (Kai/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar