Iklan Banner Sukun
Ragam

Jarang Disadari, Ini 4 Gejala Pendarahan Otak yang Sering Terjadi

(Foto: David Garrison, pkexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Menggemparkan! Itulah yang terjadi ketika Tukul Arwana dikabarkan pingsan dan harus di rawat di rumah sakit. Semua terjadi begitu saja, mendadak tanpa ada yang menduga. Bahkan, para rekannya pun mengatakan tidak ada tanda-tanda Tukul terkena gejala penyakit serius. Komedian ini kemudian dinyatakan mengalami pendarahan otak.

Melansir dari Medicine net, Senin (27/9/2021) pendarahan otak merupakan penyakit yang menyebabkan tejadinya pendarahan di sekitar bahkan di dalam otak. Penyakit ini juga bisa disebut stroke dalam bentuk lain. Pendarahan otak disebabkan oleh tekanan darah tinggi (hipertensi), pembuluh darah yang bocor secara abnormal lemah atau melebar (aneurisma), penyalahgunaan obat, dan trauma. Berikut ini beberapa gejala pendarahan otak yang jarang disadari.

Kehilangan kemampuan tubuh

Gejala pendarahan otak ditandain dengan seringnya muntah, kejang, kehilangan kesadaran, hilangnya kemampuan untuk bergerak atau berbicara secara tiba-tiba. Melansir dari salah satu sumber, adanya pendarahan di telinga atau hidung, memburuknya tanda-tanda vital, satu mata yang tampak cekung, pupil yang tidak sama atau tidak reaktif terhadap sorotan cahaya.

Sakit kepala

Sakit kepala yang muncul terlalu sering dan menyiksa juga dapat menjadi indikasi gejala pendarahan otak. Jenis sakit kepala ini berbeda dengan sakit kepala biasa, karena biasanya ditandai dengan rasa sakit yang berlebihan sampai membuat penderitanya menangis kesakitan. Walaupun demikin, sakit kepala tidak selalu menjadi tanda pendarahan otak. Hal ini tergantung pada bagian kepala sebelah mana rasa sakit biasa menyerang.

Tanda vital memburuk

Beberapa tenaga medis sering mencirikan bahwa penurunan tanda-tanda vital pada seseorang juga sering terjadi pada pasien yang menderita pendarahan otak. Ini termasuk peningkatan tekanan darah disertai dengan penurunan denyut nadi pasien. Suhu tubuh seseorang bisa sangat tinggi karena kerusakan atau peradangan pada area otak yang mengatur suhu. Pernapasan juga merupakan tanda vital yang dapat muncul dengan pola yang tidak teratur.

Kesulitan melakukan aktivitas

Jika sudah parah pendarahan otak biasanya menghalangi penderita melakukan aktivitas harian mereka. Tanda-tanda seperti nyeri di lengan atau kaki, kekurangan energi, kehilangan penglihatan, sensasi kesemutan atau mati rasa, kesulitan dalam berbicara atau mendengarkan, susah menelan makan, bahkan sering pingsan atau hilangnya kesadaran. [rsf/tur]


Apa Reaksi Anda?

Komentar