Iklan Banner Sukun
Ragam

Jangan Sembarangan, Ini Bahaya Menyebar Data Pribadi Di Media Sosial

(Foto: Azamat E, unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – Membagikan momen penting atau kejadian yang berkesan di media sosial memang sudah menjadi perkara lumrah hari ini. Namun, juga perlu ketelitian dan kehati-hatian dalam bermaindan berbagi di media sosial.

Terutama berbagi data-data pribadi yang mungkin tekesan sepele seperti nama panggilan, nama ibu atau alamat rumah. Sebab, data- data tersebut bisa digunakan oleh orang-orang yang berniat jahat untuk melakukan penipuan atau tindak kriminal lainnya.

Perlu sosialisasi dan kesadaran bersama bahwa data pribadi merupakan aset yang sangat berharga. Data pribadi itu berkaitan erat dengan foto pribadi, KTP, Akte lahir, SIM, NIK, nama ibu kandung, nomor handphone, dan lain sebagainya.

Baru-baru sempat ramai di media sosial Instagram sebuah challenge yang menjadi kasus penyebaran data pribadi pengguna. Hal itu tentu sangat berbahaya karena bisa berdampak buruk bagi pemilik data bersangkutan.

Sebab data ini adalah privasi yang bisa merusak kebebasan untuk menentukan apakah data pribadi boleh diakses oleh orang lain atau tidak. Saat Anda membiarkan jejaring pertemanan melihat data pribadi, berarti telah memberikan akses data pada pada mereka. Berikut ini bahaya nyata menyebar data pribadi di media sosial.

Bisa digunakan untuk mengakses pinjaman online

Jangan kaget jika tiba-tiba ada tagihan entah dari mana. Karena ini kemungkinan besar data Anda telah digunakan untuk pinjaman online oleh orang lain. Karena saat mendaftar pinjol yang sangat dibutuhkan adalah data pribadi. Sehingga tidak ayal jika orang telah menyalahgunakan data pribadi milik Anda.

Dapat membobol akun media sosial

Data nomor telepon, nama orang tua atau email bisa digunakan membobol akun media sosial juga layanan lain seperti akun perbankan kita. Pakar keamanan siber dari CISSRec, Pratama Persadha Bahaya bahkan mengatakan jika kasus pembobolan itu akan sangat rawan terjadi saat seseorang terlalu terbuka di media sosial.

Tentu sangat disayangkan jika akun media sosial Anda sampai diretas orang lain. Sebab, teman-teman anda di media sosial bisa menjadi korban penipuan. Apalagi akun yang sudah punya banyak followers.

Telemarketing

Data nomor telepon bisa diperjualbelikan untuk kepentingan telemarketing. Telemarketing adalah penawaran sebuah jasa dan produk secara masif yang menyasar pada nomor telepon seseorang. Sehingga, tidak heran jika seseorang mendapat panggilan telepon dan ditawarkan sebuah jasa atau produk.

Agar bahaya itu tidak terjadi pada Anda, perhatikan dengan seksama saat bermedia sosial. Jangan sembarangan menyebar data privasi, atau memberikannya pada orang lain. [dan/tur]


Apa Reaksi Anda?

Komentar