Iklan Banner Sukun
Ragam

Jangan Kaget, Inilah yang Terjadi Pada Tubuh Ketika Berpuasa

Hal yang terjadi pada tubuh saat puasa (Alan Calvert, unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – Puasa umumnya dilakukan sebagai bentuk praktik beragama pada beberapa agama. Konsep dasar dari puasa yaitu menahan lapar dan haus dalam satu hari.

Adapun perbedaan durasi dan tambahan larangan melakukan aktivitas tertentu tergantung pada ketentuan suatu agama. Ada beberapa hal yang terjadi selama berpuasa, berikut ini penjelasannya.

Efisiensi Kalori

Poin puasa yaitu tidak makan dan minum dalam durasi tertentu (misal, dari matahari terbit hingga fajar tiba) mengacu pada penekanan jumlah kalori yang masuk ke tubuh.

Tidak adanya asupan, memaksa tubuh melakukan penyesuaian dan penghematan energi. Proses metabolisme pun beradaptasi dengan memanfaatkan beragam fungsi organ tubuh.

Dampak Puasa pada Organ Tubuh

Puasa berdampak pada organ tubuh. Pertama pada kelenjar ludah, air liur tetap diproduksi untuk mencegah mulut kering dan sisa makanan yang dapat menyebabkan bau mulut dan gigi berlubang, juga mampu menghalau bakteri. Kedua, hati, siklusnya glukosa dari makanan diubah jadi glikogen dan disimpan dalam hati.

Ketiga, produksi asam lambung menurun saat lambung kosong, sehingga meski gak ada makanan yang masuk, dinding lambung tidak terkikis oleh asam.

Keempat, fungsi empedu yaitu cairannya yang dapat memecah lemak saat proses pencernaan. Saat puasa, empedu mengentalkan cairan untuk mempersiapkan masuknya makanan dan persiapan metabolisme lemak.

Kelima, pankreas dapat menahan produksi hormon insulin. Selain itu, enzim pencernaan seperti amilase, lipase, dan tripsin akan berkurang produksinya.

Keenam, kontraksi dari bagian usus halus berkurang menjadi hanya empat jam sekali. Ketujuh, usus besar, keseimbangan cairan tubuh bakal terjaga sebab usus besar menyesuaikan penyerapan cairan dari ampas makanan.

Lalu mengapa seseorang akan lemas ketika berpuasa? Hal ini terjadi karena asupan cairan yang kurang. Sehingga meski berpuasa, selalu pastikan asupan cairan tetap terpenuhi. Sesuaikan target asupan cairan sesuai dengan waktu makan dan minum saat puasa.

Di samping itu, kandungan makanan juga perlu diperhatikan. Makanan dengan bahan dasar tepung dengan kadar gula tinggi akan membuat seseorang jadi lemas. Asupan gula berlebih juga membuat jadi cepat kenyang, tapi juga cepat lapar.

Sebaiknya, perbanyak konsumsi karbohidrat kompleks seperti olahan gandum utuh, sayur, buah, dan kacang-kacangan. Sebab, proses pengolahan karbohidrat kompleks jadi sumber energi bakal berlangsung lebih lama. (dan/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar