Ragam

Jangan Asal Pilih, Berikut Tips Sebelum Ganti Oli Motor dan Akibatnya Jika Salah Memilih Pelumas

Ilustrasi masalah yang timbul karena ganti oli. (Sumber foto: Pixabay)

Surabaya (beritajatim.com) – Ada banyak jenis oli yang beredar di pasaran. Namun Anda harus tahu jika setiap sepedah motor yang diproduksi memiliki rekomendasi pelumas mesin tersendiri.

Selain memperhatikan tingkat kekentalan pelumas, Anda juga harus menerapkan perawatan umum lainnya, mulai dari memompa ban hingga mengisi bahan bakar. Hal ini bertujuan agar kinerja mesin tetap memiliki performa yang baik.

Ketahui berikut rekomendasi oli yang baik untuk motor dari berbagai merek, seperti Yamalube, Shell, Top 1, dan masih banyak lainnya.

Namun, sebelum memilih salah satu merek, pahami dulu tingkat kekentalan pelumas tersebut atau hal ini lebih dikenal dengan istilah SAE atau Society of American Engineering.

Petunjuk ini bisa Anda lihat pada kemasan oli. Namun, seberapa besar tingkat kekentalan pelumas yang dibutuhkan mesin, hal tersebut dapat diketahui berdasarkan petunjuk pada buku manual atau Anda bisa menanyakan langsung kepada bengkel resmi merek motor tersebut.

Seperti tanda SAE, semakin tinggi angkanya, maka semakin kental pelumas tersebut, begitu juga sebaliknya. Tidak hanya itu, pelumas di pasaran juga tersedia dalam dua jenis tingkat kekentalan, yakni kekentalan tetap dan kekentalan dinamis.

Kendati demikian, bakal mesin modern atau motor rakitan saat ini umumnya butuh pelumas encer. Pelumas tersebut umumnya sesuai karena komponen mesin modern lebih banyak sehingga lebih mudah untuk melakukan pelumasan.

Masalah yang Timbul Akibat Salah Pakai Oli

1. Engine Knocking

Federal menjelaskan jika teknik ini sering dikenal sebagai mesin ngelitik. Cirinya adalah mesin mengeluarkan bunyi kasar serta bergetar. Ternyata banyak orang yang tidak tahu dengan masalah engine knocking ini. Padahal kondisi ini dapat mempengaruhi penurunan performa mesin.

2. Membuat Semakin Boros

Jika SAE oli yang dipakai tidak sesuai dengan tingkat kekentalan yang dianjurkan, maka dapat mempengaruhi kerja mesin menjadi tidak optimal, dan mesin akan bekerja lebih keras dari biasanya. Selain itu, mesin juga akan membuatnya lebih cepat panas.

3. Bisa Merusak Mesin

Pelumasan yang tidak optimal akan membuat gesekan di mesin terjadi secara langsung. Hal ini akan merusak komponen mesin lebih cepat. (frs/ian)

Apa Reaksi Anda?

Komentar