Iklan Banner Sukun
Ragam

Jamal Musiala, Wonderkid Bayern Munchen yang Telah Ukir Banyak Sejarah

(Foto: Twitter, @JamalMusiala)

Surabaya (beritajatim.com) – Saat ini banyak sekali muncul pemain muda Eropa yang punya talenta yang digadang-gadang akan menjadi superstar pada masa mendatang. Di Bundesliga sendiri muncul nama Erling Haaland, dan tentu yang menarik perhatian banyak pihak yaitu Jamal Musiala.

Musiala lahir di Stuttgart, ia lalu menghabiskan 7 tahun pertama hidupnya di sebuah kota kecil bernama Fulda. Di kota tersebut, Musiala bergabung dengan klub lokal TSV Lehnerz dan bakatnya pun terlihat sejak masih kecil.

Sang pelatih kala itu, Micha Hoffmann, masih mengingat bagaimana Musiala selalu mencetak 5-10 gol pada tiap pertandingan dan tidak pernah kehilangan bola. Tim muda TSV waktu itu berhasil meraih berbagai gelar. Kebersamaan itu tidak bertahan lama, sebab Manusia harus ikut keluarganya yang pindah ke Inggris.

Ketika pindah ke Inggris, Jamal sebenarnya pernah main di akademi Southampton. Tapi, akhirnya Chelsea sukses merekrut Musiala ke akademi mereka. Di sini, Musiala tampil bagus dan jadi andalan dari timnya. Performanya yang bagus pun sampai membuat dirinya memperoleh beasiswa untuk belajar di sekolah elit Whitgift.

Progress Musiala di tim muda Chelsea berjalan mulus. Musiala membuktikan dirinya yang bisa debut di tim U-18 saat masih berusia 15 tahun 2 bulan. Walaupun tumbuh di Chelsea, Musiala tidak pernah bermain untuk tim senior The Blues.

Di tahun 2019, dia memutuskan untuk kembali ke Jerman guna membela Bayern Munchen. Setelah kurang lebih setahun main di tim reserve, dia pun akhirnya mendapat kesempatan main di tim senior.

Sejak itu, banyak rekor yang mulai terpecahkan, pada laga debutnya melawan Freiburg, Jamal sukses jadi pemain termuda Bayern di Bundesliga. 3 bulan setelah itu, Musiala menjadi pencetak gol termuda Bayern ketika mencetak gol terakhir di kemenangan 8-0 kontra Schalke.

Di Karir level Timnas, Musiala dipenuhi cerita unik. Musiala muda pernah membela timnas Inggris. Ini terjadi karena ayahnya adalah keturunan Inggris – Nigeria. Jamal mulai bermain buat timnas Inggris dari level usia U-15 sampai U-21.

Namun, di bulan Februari lalu, dia akhirnya memutuskan untuk membela negara tempat kelahirannya, Jerman. Musiala pun jadi pemain termuda Timnas Jerman yang bermain di kompetisi mayor ketika laga melawan Hungaria di babak grup Euro 2020.

Dari segi permainan,Musiala cukup spesial karena secara teknis, skillnya luar biasa dan bisa cetak berbagai macam gol dari dalam dan luar kotak penalti. Seorang dribbler yang hebat dan mampu bermain di sebagai kreator maupun pencetak gol. [dan/tur]


Apa Reaksi Anda?

Komentar