Iklan Banner Sukun
Ragam

Ini yang Terjadi Jika Terkena Gas Air Mata, Nyeri Mata hingga Kesulitan Bernapas

Ilustrasi gas air mata yang dapat memberikan dampak nyeri pada mata hingga rasa sulit bernapas. (Pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Gas air mata merupakan salah satu senjata yang pertama kali digunakan dalam perang dunia I oleh Prancis dan Jerman. Namun, kini juga kerap digunakan untuk perang, penanganan kerusuhan, serta perlawanan balik.

Umumnya gas air mata terbuat dari bahan-bahan kimia, seperti gas CS (2-kloroasetofenonitril, C10H5CIN2), CN (kloroasetofenon, C8H7CIO), CR (dibenzoksazepin, C13H9NO), hingga semprotan merica (gas OC, oleoresin capsicum).

Untuk jenisnya ada dua, yakni semprot dan juga granat. Jika seseorang terkena gas air mata, maka ini yang akan terjadi atau dialami.


•Rasa panas dan nyeri pada mata
•Bersin
•Batuk
•Kesulitan bernapas
•Nyeri pada dada
•Iritasi kulit, mulut, dan hidung
•Sebabkan muntah
•Air liur berlebih

Biasanya gejala iritasi muncul setelah terpapar 20-60 menit dan diprakirakan sembuh setelah setengah jam meninggalkan lokasi penyemprotan gas.

Meski hal ini merupakan senjata tak mematikan, tetapi gas air mata tersebut dapat membuat korbannya mengalami cedera permanen. Bahkan, dalam beberapa kasus juga dapat menyebabkan kematian karena disertai faktor tertentu, seperti riwayat penyakit asma atau hal lainnya.

Meski belum ada penawar khusus untuk menangani paparan gas air mata, tapi ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Pastikan diri mencari tempat yang lebih aman atau pergi menjauh dari jangkauan gas air mata.

Melepaskan pakaian dan menghindari penggunaan handuk yang digunakan bersama juga perlu dilakukan. Hal ini untuk mencegah terjadinya reaksi kulit. Bagi pengguna lensa mata, maka sebaiknya segera melepaskannya.

Untuk penanganan pada mata yang terasa nyeri, bisa dilakukan dengan membasuhnya menggunakan air bersih sebanyak-banyaknya. Hal ini merupakan cara yang cukup efektif untuk menghilangkan zat kimianya. Banyak juga yang menganggap bahwa air garam lebih efektif untuk mengatasi paparan gas air mata.

Jika memungkinkan, maka segera mandi dan membasuh seluruh tubuh menggunakan sabun, meminum obat pereda nyeri mata, dan segera mencari bantuan medis. (Fyi/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar