Iklan Banner Sukun
Ragam

Inflasi Inggris Naik Menjadi 10,1% Karena Kenaikan Harga Pangan, Benarkah Awal Gelap Ekonomi Dunia?

Beberapa warga Inggris berbelanja bahan pokok di market (pexels/mark dalton)

Surabaya (beritajatim.com) – Tingkat inflasi Inggris naik ke level tertinggi di tahun ini sebesar 10,1% pada bulan Juli. Tingkat inflasi ini yang tertinggi sejak 40 tahun terakhir.

Inflasi sejauh ini terjadi karena kenaikan harga pangan yang dipicu oleh melonjaknya harga energi, sehingga menambah tekanan biaya hidup masyarakat Inggris.

Melansir AP, kantor Statistik Nasional Inggris mengatakan pada hari Rabu, 17 Agustus 2022, bahwa inflasi harga konsumen mencapai dua digit, melonjak dari angka 9,4% pada bulan Juni dan lebih tinggi dari perkiraan pusat analis sebesar 9,8%.


Kenaikan itu sebagian besar disebabkan oleh kenaikan harga makanan dan bahan pokok termasuk kertas toilet dan sikat gigi.

Kebanyakan ahli ekonomi percaya bahwa akan ada inflasi yang lebih buruk pada beberapa kuartal ke depan. Prediksi ahli ekonomi ini sejalan dengan data yang diambil dari sumber IMF dan Bank Dunia, yang memprediksi akan ada 66 negara dengan kondisi ekonomi yang sulit.

Beberapa negara juga diprediksi akan menyusul adanya inflasi karena hal serupa, yakni kenaikan harga komoditas, kebijakan moneter negara maju yang agresif, serta konflik dan ketegangan beberapa negara seperti Rusia-Ukraina dan China-Taiwan.

Presentase negara lain sudah mengalami inflasi cukup tinggi seperti Amerika dengan angka inflasi 40%, Selandia Baru 33%, Korea Selatan 25%, Jepang 25%, dan China 20%.

Bank of England mengatakan melonjaknya harga gas alam kemungkinan akan mendorong inflasi harga konsumen ke 13,3% pada bulan Oktober. Hal ini digadang akan mendorong Inggris ke jurang resesi yang diperkirakan akan berlangsung hingga tahun 2023.

Tekanan inflasi tersebut membuat Komite Kebijakan Moneter bank untuk meningkatkan suku bunga utamanya sebesar 0,5 poin persentase untuk bulan ini. Kenaikan ini terbesar dari enam kenaikan berturut-turut sejak bulan Desember 2021. Tingkat suku bunga sekarang berdiri di sekitar 1,75%, tertinggi sejak krisis keuangan global pada akhir 2008.

“Kami memperkirakan kenaikan suku bunga 50bp (basis poin) pada September,” kata James Smith, ahli ekonom pasar maju dan ING Economics pada wartawan Reuters. “Kami tidak akan mengesampingkan kenaikan lain di bulan November,” lanjutnya.

Benarkah Rusia adalah dalang utama?

Menurut AP, inflasi melonjak di banyak negara karena Rusia memotong pengiriman gas alam ke Eropa sebagai pembalasan atas dukungan Barat terhadap Ukraina.

Gubernur Idaho incar sidang khusus untuk tangani inflasi, “Saya mengerti bahwa sekarang adalah masa-masa sulit, dan orang-orang khawatir tentang kenaikan harga yang dihadapi negara-negara di seluruh dunia,” kata kepala Departemen Keuangan Inggris Nadhim Zahawi.

Zahawi mengatakan bahwa meskipun tidak ada solusi yang mudah, tetapi pihak yang bertanggung jawab akan membantu sebisa mereka. Aksi itu termasuk dengan menaikkan pembayaran sebelum 400 pound atau sekitar 483 US dolar kepada rumah tangga Inggris yang menghadapi tagihan finansial yang meroket.

menurut laporan, rata-rata tagihan bahan bakar rumah tangga Inggris telah meningkat lebih dari 50% tahun ini, dan kenaikan lainnya akan terjadi pada bulan Oktober, ketika tagihan rata-rata diperkirakan mencapai 3.500 pound ($ 4.300) pertahun. (Kai/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar