Iklan Banner Sukun
Ragam

Hoaks atau Fakta? Ini Yang Terjadi Saat Seseorang Menelan Sperma

Ilustrasi sperma yang dipercaya memiliki segudang manfaat jika ditelan. (Foto: ge yonk, Pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Beredar di media sosial terutama TikTok mengenai manfaat menelan sperma yang disebut memiliki beragam manfaat, mulai dari penghilang stress hingga resep awet muda.

Namun benarkah sederet manfaat itu didapat dengan menelan sperma? Simak ulasannya dalam artikel ini bahwa hal tersebut fakta atau sekedar hoax belaka.

Sebagian besar pasangan suami istri tentu pernah melakukan aktivitas oral seks. Selain untuk merangsang gairah seksual, ternyata hal ini juga memiliki beragam manfaat, seperti meningkatkan hormon bahagia, hingga menjaga metabolisme tubuh.

Beberapa masyarakat meyakini bahwa sperma tak hanya bermanfaat untuk kepentingan seks saja, melainkan juga sebagai perawatan kulit. Di mana sperma yang di oleskan pada wajah akan membuat kulit jadi lebih lembab dan tampak lebih cerah.

Selain itu, menelan sperma dianggap dapat memberikan beragam manfaat untuk kesehatan, seperti menguatkan tulang dan otot hingga memperlancar aliran darah.

Pada dasarnya sperma memang memiliki berbagai macam kandungan baik di dalamnya. Mulai dari mineral, kalsium, protein, asam amino, gula, anti oksidan, dan lain sebagainya. Tak ayal jika banyak orang beranggapan bahwa hal ini bisa membantu merawat kulit.

Padahal nyatanya belum ada penelitian yang spesifik membahas tentang hal ini. Bahkan beberapa ahli berpendapat jika ini benar demikian, tentu akan banyak laki-laki yang kemudian berbondong-bondong menjual spermanya pada khalayak.

Sedangkan manfaat menelan sperma sendiri sudah banyak diakui oleh para ahli. Bahkan seorang seksolog telah menjelaskan bahwa menelan sperma sama halnya dengan meminum segelas air susu. Hal ini tak lepas dari kandungan yang terdapat di dalam sperma.

Faktanya menelan sperma yang normalnya terasa pahit ini memang baik untuk kesehatan, bahkan beberapa ulama menjelaskan bahwa hal itu sah-sah saja jika dilakukan oleh pasangan suami istri.

Manfaatnya tak hanya dapat meningkatkan kualitas tidur dan memperlancar pencernaan. Namun juga dapat memperbaiki jaringan tubuh yang rusak.

Meski begitu, fungsi utama sperma memang untuk membuahi sel telur dan bukan untuk dikonsumsi. Tak ayal jika para dokter tidak menyarankan hal tersebut. Terlebih, jika tidak tahu menahu apakah cairan tersebut bersih atau tidak.

Pasangan bisa saja menderita penyakit tertentu yang bisa menular, seperti hepatitis B, hepatitis C, HIV/AIDS, atau lainnya. Hal inilah yang sebenarnya sangat dikhawatirkan. Namun, jika memang sudah dipastikan kebersihan dan kesehatannya, maka sperma boleh saja ditelan. (fyi/ian)

Apa Reaksi Anda?

Komentar