Iklan Banner Sukun
Ragam

Hiperkolesterolimia, Ciri-ciri dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi seseorang yang mengalami rasa pusing hebat karena hiperkolesterolimia. (Pexels)

Surabaya (beritajatim.com) – Hiperkolesterolimia merupakan kondisi di mana kadar kolesterol di dalam darah mengalami peningkatan. Pada dasarnya kolesterol adalah lemak yang ada dalam darah. Sehingga jika jumlahnya terlalu banyak dapat berbahaya bagi kesehatan.

Seseorang yang menderita hiperkolesterolimia kerap kali merasakan gejala, seperti pusing yang cukup hebat, leher terasa lebih kencang, mual, badan rasanya tidak enak, bahkan beberapa orang juga mengeluhkan sulit tidur.

Konsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi merupakan penyebab yang paling banyak ditemui oleh pasien hiperkolesterolimia. Makanan laut seperti kerang, udang, cumi-cumi, dan kepiting merupakan salah satu contohnya.

Selain makanan laut, ada juga daging dan telur bebek, daging dan telur puyuh, jeroan, hingga otak sapi, merupakan makanan dengan kadar kolesterol yang tinggi. Sehingga sebaiknya dihindari para penderita hiperkolesterolimia.

Meski begitu, mungkin tak sedikit orang yang tidak dapat menahan diri untuk tidak mengonsumsinya. Biasanya, ada efek tertentu yang dialami setelah mengonsumsi makanan tinggi kolesterol tersebut.

Hanya saja, setiap orang berbeda-beda. Ada yang langsung mengalami efeknya, ada juga yang beberapa hari atau beberapa minggu kemudian baru merasakan efeknya.

Selain makanan, penyebab hiperkolesterolimia juga bisa dikarenakan adanya faktor genetik atau faktor pola hidup yang tidak sehat.

Jika sudah demikian, maka cara yang dapat dilakukan untuk mengatasinya ialah dengan cara menghindari penyebabnya. Tentu saja hal ini untuk mengurangi dampak yang lebih buruk.

Kemudian dokter biasanya akan memberikan obat alternatif, misalnya seperti statin atau niacin. Meski begitu, kamu sebaiknya pergi ke dokter untuk mendapatkan penjelasan lebih lengkap sekaligus penanganan. [fyi/beq]

Apa Reaksi Anda?

Komentar