Iklan Banner Sukun
Ragam

Hendak Mendaftar Beasiswa? Ketahui Perbedaan Personal Statement dan Motivation Letter

(Foto: Sigmund, unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – Personal Statement & Motivation Letter merupakan dua jenis dokumen yang sering jadi persyaratan saat hendak mendaftar beasiswa atau melamar pekerjaan. Namun, tidak sedikit yang belum tahu bahkan masih bingung perbedaan antara keduanya.

Padahal secara mudah, personal statement dan motivation letter dapat diketahui dari segi penulisan. Personal statement berisi surat yang membahas tentang diri seseorang. Personal statement juga akan membahas tentang diri si pelamar secara spesifik. Motivation letter merupakan jawaban dari pertanyaan, seperti siapa Anda sebenarnya, bagaimana pengalaman Anda, dan kenapa Anda layak jadi kandidat yang tepat untuk dipilih.

Sementara itu, Motivation Letter memang tetap membahas pada diri sendiri. Namun, lebih menitikberatkan pada tujuan Anda di masa depan, bukan tentang pengalaman di masa lalu.

Beberapa hal yang sebaiknya ditulis pada personal statement sebenarnya bisa meliputi apapun yang berhubungan dengan pengalaman di masa lalu. Misalnya tentang perjuangan yang pernah dialami pada studi sebelumnya, pengalaman yang mengubah

hidup, pengalaman pribadi yang turut membentuk karakter hingga saat ini. Ataupun tentang bagaimana pengalaman itu akan mempengaruhi studi di masa mendatang.

Untuk menulis personal statement Anda bisa coba berkreasi dengan tulisan yang menarik perhatian. Contohnya dengan memakai kutipan dari penulis favorit, tokoh inspiratif, atau quotes menyentuh.

Untuk motivation letter sebaiknya Anda menuliskan beberapa hal yang benar-benar jadi rencana di masa mendatang. Seperti, alasan mendaftar program beasiswa atau jurusan di suatu kampus jurusan. Mengapa ini saat yang tepat bagi Anda untuk mendaftar, tujuan karir dan bagaimana kaitannya dengan jurusan tersebut.

Anda juga bisa menambahkan minat khusus kamu tentang program. Topik spesifik yang hendak diteliti atau dipelajari lebih dalam. Tunjukkan jika Anda sangat mengetahui detail program dengan membuat narasi Anda lebih unggul dibandingkan kandidat lain.

Untuk membuat motivation letter, Anda bisa gunakan cerita personal sebagai supporting statement. Seperti pengalaman, kehidupan, atau kemampuan yang Anda unggulkan.

Pada akhirnya, jangan sampai kedua dokumen itu tertukar. Karena mengirim jenis dokumen yang tidak tepat, dalam beberapa kejadian, bisa membuat lembar pendaftaran tertolak oleh aplikasi atau pihak bersangkutan. [dan/tur]


Apa Reaksi Anda?

Komentar