Iklan Banner Sukun
Ragam

Hati-hati Toxic Financialship: Pasangan Jadi Tempat Pinjam Uang

Ilustrasi Pasangan Jadi Tempat Pinjam Uang. (Krakeninmages, unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – Setelah ada istilah toxic relationship, kini ada lagi satu istilah lain yaitu toxic financialship. Toxic financialship itu sebenarnya nyaris serupa dengan toxic relationship. Mungkin juga, masih jadi satu kesatuan.

Toxic financialship sendiri merupakan hubungan yang merugikan, baik satu pihak saja, maupun kedua belah pihak, namun hal ini lebih menitikberatkan pada kerugian sisi ekonomi.

Secara gampang bisa diartikan ada yang dimanfaatkan atau memanfaatkan secara ekonomi, Ciri dari toxic financialship itu biasanya sudah terlihat ketika masih pacaran. Karena, hubungan tipe ini punya ciri khas, berikut ini!

Pertama, dia sering pinjam uang pada Anda. Namun, waktu ditagih dia justru mengalihkan pada hal lain (ngeles) dengan berbagai alasan. Sampai akhirnya jadi tidak membayar hutang tersebut.

Kedua, dia membuat Anda merasa iba, dan mendorong Anda untuk berbohong ke orang lain, demi mendapatkan uang atas kebutuhan dia. Bahkan Anda sampai berani berhutang demi mencukupi kebutuhan dari dia.

Ketiga, Anda menyokong kehidupannya dengan uang gaji. Sementara dia justru menolak buat bekerja, dengan berbagai alasan yang melatarbelakangi. Demi memenuhi keinginan dari pasangan itu, Anda rela untuk menjual beberapa barang pribadi.

Keempat, sifat pasangan yang boros, padahal besar pengeluaran daripada pemasukan. Dia berani untuk menjual barang pemberian Anda, dengan alasan untuk keperluannya yang lain.

Kelima, tidak ada transparansi dalam hal keuangan. Anda tidak saling tahu bagaimana kondisi keuangan dia yang sebenarnya. Sehingga menimbulkan manipulasi satu sama lain.

Namun Anda tidak perlu khawatir akan hal itu. Karena ada beberapa cara mengatasinya agar tidak terjebak pada hubungan toxic secara finansial. Berikut ini hal yang bisa dilakukan.

1. Jangan takut untuk bersuara.
2. Anda harus berani untuk memberi batasan, meski kalian sudah berstatus pacaran.
3. Untuk menghindari ini, coba cari pasangan yang sama-sama sudah memiliki pekerjaan tetap.
4. Jika dirasa keterlaluan, coba minta bantuan pada para profesional, misalnya saja psikolog atau perencana keuangan untuk mengatasi hal ini.
5. Coba pikirkan diri Anda sendiri, jangan sampai dibutakan oleh cinta. Anda juga harus tegas untuk menentukan kemana akan membawa hubungan itu.
6. Harus memiliki prinsip untuk tidak memanjakan pasangan. Jika pada akhirnya tidak bisa diselamatkan lagi, lebih baik tinggalkan saja.

Itulah tadi kondisi toxic finansial yang membuat Anda justru bisa jatuh miskin karena sebenarnya jadi korban atas nama cinta. (dan/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar