Iklan Banner Sukun
Ragam

Hati-Hati PHP! Mengenal Istilah Breadcrumbing, Tanda, dan Cara Menghadapi

Ilustrasi pemberi harapan palsu (Tamara Gak, unsplash)

Surabaya (beritajatim.com) – Breadcrumbing adalah istilah modern yang muncul pada hubungan percintaan. Bahasa gampang dari istilah ini sebenarnya PHP alias pemberi harapan palsu.

Breadcrumbing juga bisa diartikan sebagai sikap seseorang yang dengan sengaja, mencari perhatian dari lawan jenis, tapi bukan untuk hal yang serius.

Pelaku biasanya melakukan itu hanya untuk senang-senang saja. Latar berikut beberapa alasan mengapa pelaku senang melakukan breadcrumbing. Pertama, karena malas dengan komitmen yang pasti dengan seseorang. Kedua, ingin memiliki cadangan, dan korban itu sasarannya.

Ketiga, jika yang melakukan itu mantan, mungkin sebenarnya dia masih belum ingin pisah dengan kamu. Keempat, takut kesepian, oleh sebab itu pelaku mencari teman ngobrol. Kelima, mencari validasi untuk diri sendiri baik hal itu validasi bahwa dirinya memiliki pasangan atau hal lain.

Agar tidak terjebak pada breadcrumbing, ada beberapa tanda yang bisa kamu kenali. Berikut ini tanda-tandanya.

1. Komunikasi dengan kamu hanya sebatas lewat pesan singkat aja. Dia tidak mau telepon apalagi video call.

2. Dia seringkali kabur dari perbincangan yang arahnya menjurus pada hal serius. Soalnya, dia malas untuk menanggapi itu.

3. Tidak konsisten untuk menghubungi kamu. Terkadang hilang terkadang muncul.

4. Omongannya tidak bisa dipegang, alias suka sekali untuk ingkar janji sendiri

5. Kamu dan dia memang ngobrol. Tapi, dia tak pernah bertanya soal kehidupan pribadi.

6. Ekstrimnya, pelaku bisa saja akrab dengan kamu di dunia maya atau di chat gitu. Tapi, saat bertemu langsung, justru pura-pura tidak kenal.

7. Hubungan kalian sulit atau bahkan tidak pernah dijelaskan secara gamblang oleh doi.

Untuk menghadapi pelaku breadcrumbing, cara-cara ini bisa kamu terapkan. Pertama, jangan takut untuk bertanya langsung ke dia soal status dari hubungan kalian.

Kedua, harus berani ambil sikap untuk menyudahi. Ketiga, coba beri tekanan ke dia dan ajak bertemu langsung. Keempat, pikirkan dirimu sendiri, dan coba renungkan, apakah dia layak buat mendapatkan perhatian kamu atau tidak. Kelima, kamu tidak perlu takut untuk kehilang. (dan)


Apa Reaksi Anda?

Komentar