Iklan Banner Sukun
Ragam

Hati – Hati! Ini 3 Gejala Keguguran yang Tidak Terdeteksi dan Tanpa Pendarahan

Nyeri punggung menjadi salah satu gejala keguguran. (Sumber foto: pixabay)

Surabaya (beritajatim.com) – Saat hamil sangat rentan terjadi risiko keguguran, apalagi jika dalam keadaan hamil muda. Biasanya keguguran terjadi saat bayi meninggal di dalam rahim sebelum usia kehamilan 20 minggu.

Selain itu, wanita yang mengetahui bahwa mereka hamil, sekitar 10 hingga 15 hari dari 100 kehamilan, atau setidaknya 10 sampai 20 persen berakhir dengan keguguran.

Diketahui jika saat mengalami keguguran terdapat beberapa tanda, yakni seperti keluarnya darah dari vagina, nyeri atau kram di perut dan punggung bagian bawah.


Namun, ada juga beberapa gejala dan penyebab yang tidak bisa kita kenali, seperti berikut :

1. Berkurangnya Tanda – tanda Kehamilan Secara Tiba – tiba
Saat menjalani masa hamil, tentu ibu hamil akan merasakan beberapa gejala seperti mual, sensitive, dan perubahan di bagian payudara.

Akan tetapi, jika merasa gejala tersebut mulai hilang bisa saja menjadi tanda awal seseorang mengalami keguguran.

Apalagi keguguran yang tidak disertai dengan pendarahan dapat terjadi saat hilagnya denyut nadi janin di dalam kandungan. Jika bunda mulai merasakan keanehan ada baiknya untuk berkonsultasi ke dokter.

2. Mengalami Nyeri Perut Secara Terus Menerus
Berbeda dengan diare, gejala ini bisa terjadi dalam waktu lama dan tidak kunjung berhenti. Sehingga perlu diwaspadai jika nyeri perut yang terjadi secara terus – menerus dapat menjadi tanda awal keguguran.

Kondisi perut yang sakitnya terasa tajam dan tak kunjung berhenti bisa terjadi akibat adanya kontraksi rahim, sehingga dapat mendorong janin keluar dari tubuh.

3. Mengalami Nyeri Punggung
Jika bunda tiba – tiba mengalami nyeri pada punggung selama masa kehamilan, perlu diwaspadai bisa saja menjadi sebuah tanda awal keguguran.

Nyeri punggung ini terjadi di bagian bawah, dan akan ada rasa tertekan pada panggul. Jika kondisi ini terjadi berulang kali, sebaiknya berkonsultasi untuk mencari tahu kondisi janin di dalam kandungan.

Dokter umumnya mencurigai keguguran terjad akibat penurunan kadar hormone kehamilan atau karena kondisi lain. Biasannya mereka memastikan diagnosis keguguran dengan melakukan USG untuk memeriksa detak jantung.

Selain itu pada kasus ini, biaya ibu hamil akan dianjurkan untuk menunggu selama beberapa minggu sebelum mencari pengobatan, lantaran rahim bisa kosong dengan sendirinya. Saat rahim kosng, maka pendarahan akan terjadi yang melibatkan pelepasan jaringan.

Dalam kondisi ini penting untuk mempertimbangkan kondisi mental ibu hamil. Pasalnya keguguran dapat menyebabkan wanita mengalami kesedihan yang luar biasa. Dukungan dari keluarga dan orang – orang terdekat sangat dibutuhkan. (frs/nap)


Apa Reaksi Anda?

Komentar