Iklan Banner Sukun
Ragam

Hati-hati dan Waspada Dengan Pinjaman Online Ilegal

Photo by Sergey Zolkin on Unsplash

Surabaya (beritajatim.com) Di era serba teknologi ini terdapat banyak kejahatan digital salah satunya adalah bentuk pinjaman online yang bersifat ilegal. Hal ini tentu saja menjadi perhatian khusus bagi Otoritas Jasa Keuangan melalui Satgaspada. Tindakan ini sudah diantisipasi dengan langkah cepat dan tegas bersama Kepolisian Republik Indonesia dan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Mereka terus menindaklanjuti kasus pinjaman online ilegal/rentenir online yang melanggar hukum.

Selain itu, tindakan tegas terhadap cyber patrol sudah dilakukan sejak 2018 dengan memblokir/menutup 3.193 aplikasi/website pinjaman online (pinjol) ilegal. Otoritas Jasa Keuangan menghimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap pinjaman online melalui SMS/WhatsApp.

Biasanya pinjaman ilegal melakukan penawaran pinjol ilegal dengan metode itu. Maka perlu diperhatikan untuk masyarakat menggunakan pinjaman online resmi terdaftar/berizin OJK dan selalu memastikan legalitas pinjol ke Kontak 157/ WhatsApp 081157157157. Dari situlah, OJK dapat menindak tegas perusahaan pinjaman online legal yang melakukan tindakan penagihan (debt collector) secara tidak beretika.

Selain itu mengalami kasus pinjaman online ilegal berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat. Maka, ada baiknya kita mengetahui ciri-ciri pinjaman online ilegal supaya tidak mudah terjebak:

  1. Datanya tidak terdaftar/berizin dari OJK
  2. Melakukan penawaran melalui SMS/WA
  3. Bunga dan denda tinggi mencapai 1-4 persen per hari
  4. Biaya tambahan bisa mencapai 40 persen dari nilai pinjaman
  5. Jangka waktu pelunasan singkat tidak sesuai kesepakatan
  6. Meminta akses data pribadi seperti kontak, foto dan video, lokasi dan
  7. Meminta data pribadi untuk meneror peminjam yang gagal bayar
  8. Melakukan penagihan dengan teror, intimidasi dan pelecehan
  9. Tidak terdapat layanan pengaduan dan identitas kantor yang jelas.

Selain menggunakan penawaran dengan sms atau WA. Biasanya pinjaman online ilegal dapat terjadi secara langsung dengan melakukan transfer sejumlah uang ke rekening korban walaupun korban tidak pernah  meminjam dana pada pinjaman online ilegal, namun mendapat transfer. Niat di balik tindakan ini merupakan trik supaya perusahaan dapat meneror korban dan menagih denda ketika telah melebihi tempo. [prd/esd]


Apa Reaksi Anda?

Komentar