Ragam

Hari Cappuccino, Intip Sejarah dan Resep Membuatnya

Ilustrasi Cappuccino. (Sumber foto : Chevanon Photography/pexels.com)

Surabaya (beritajatim.com) – Cappuccino menjadi salah satu minuman yang paling banyak digemari oleh para pecinta kopi. Memiliki bahan dasar kopi dan susu, minuman ini terasa manis namun tetap dengan cita rasa pahit dari kopi yang menenangkan.

Menariknya, tanggal 8 November dirayakan sebagai Hari Cappuccino, di mana setiap orang bisa memesan atau meracik sendiri cappuccino buatannya. Secangkir cappuccino memang cocok diseduh sembari bersantai, baik di pagi hari maupun malam hari.

Untuk menambah wawasan, mari kita intip sedikit sejarah cappuccino hingga hadir hampir di seluruh penjuru dunia.

Sejarah Cappuccino

Melansir dari laman The Spruce Eats, penduduk Inggris dan Perancis sudah mengenal teknik penyaringan kopi dengan filter khusus sejak tahun 1700-an. Mereka beralih dari metode terdahulu nenek moyangnya, yakni ketika merebus kopi menggunakan air. Dari sinilah cikal bakal cappuccino, meski bentuk seduhannya masih sederhana.

Di akhir tahun 1700-an pula, hadir sebuah minuman bernama kapuziner di Wina, Austria. Lalu di tahun 1805, minuman tersebut dijelaskan sebagai kopi yang dicampur dengan gula dan krim.

Kapuziner memiliki warna coklat, serupa dengan warna jubah yang dikenakan para capuchin atau kapuzin. Mereka merupakan frater yang hidup di Wina. Dari sini, jelas bahwa nama “Kapuziner” diambil dari para “kapuzin” lantaran warna minuman dan warna jubah yang senada.

Di waktu hampir bersamaan, sebuah minuman bernama franziskaner turut hadir. Namanya pun juga diambil berdasarkan jubah cokelat ala biarawan Fransiskan. Mirip dengan kapuziner, franziskaner muncul dengan tekstur yang lebih creamy.

Setelah itu baru lahirlah Cappuccino original pertama pada tahun 1900-an, dan agi – lagi namanya diambil dari jubah biarawan Ordo Kapusin. “Capuchin” sendiri merupakan bahasa Italia yang berarti tudung. Kelahiran Cappuccino ini tak lama setelah dibuatnya mesin espresso pertama, yakni di tahun 1901.

Sontak cappuccino pun menjadi minuman yang hits, bahkan dijadikan sebagai tren oleh penduduk Itali. Yakni duduk di kafe sembari menyesap cappuccino, dengan buku di tangan atau sekedar menikmati pemandangan.

Setelah Perang Dunia II, Cappuccino pun semakin berkembang, hal ini dipengaruhi juga oleh peningkatan pada mesin espresso. Tak butuh waktu lama, cappuccino racikan barista Italia pun segera menyebar ke seluruh penjuru dunia. Dataran Eropa dan Inggris menjadi wilayah yang pertama, lantaran masa itu masyarakat Britania Raya memang sudah memiliki kebiasaan menghisap biji kopi dengan susu.

Cappuccino pun masuk ke Amerika di awal 1980-an. Dan di tahun 1990, cappuccino baru menyebar ke kafe-kafe di seluruh penjuru Amerika.

Minuman satu ini bisa disajikan dalam keadaan hangat atau dingin. Meski bisa membelinya di coffee shop, tak ada salahnya untuk mencoba membuat cappuccino sendiri di rumah. Jangan khawatir, karena resep – resep berikut ini akan memberikan cara mudah membuat cappuccino tanpa menggunakan mesin espresso.

Ice Cappuccino

Bahan:

· 250 ml air

· 100 gr kopi

· 200 ml krim kental

· Gula pasir secukupnya

· Krim hias secukupnya

· Es batu

Langkah membuat:

1. Didihkan air, buat kopi seperti pada umumnya dengan warna yang pekat

2. Saring ampas kopi

3. Campurkan kopi, krim kental, gula dan es batu, blender bersamaan hingga berbuih

4. Tuang dalam gelas, hias dengan whipped cream sesuai selera

5. Ice cappuccino siap diminum dalam keadaan dingin

Hot Cappuccino

Bahan:

· 1 sdt kopi instan

· ½ sdt coklat bubuk

· 1 sdt gula palem atau gula merah

· 1 sdm gula pasir

· 250 ml air

· 50 ml whipped cream

Langkah membuat:

1. Campurkan kopi, coklat bubuk, dan gula pasir ke dalam cangkir.

2. Panaskan air hangat sampai mendidih.

3. Tuang air yang sudah mendidih ke dalam cangkir berisi kopi, coklat bubuk dan gula pasir

4. Aduk hingga seluruh bahan tercampur merata

5. Tambahkan whipped cream sesuai selera

6. Hot cappuccino siap disajikan

Bagaimana? Mudah kan membuatnya? Selamat mencoba! (mnd/nap)

Apa Reaksi Anda?

Komentar