Iklan Banner Sukun
Ragam

Harga Pertalite Naik Menjadi Rp 10.000? Bukan Karena Inflansi, Ini Jawaban Pertamina

Ilustrasi pelanggan yang sedang melakukan pembelian bahan bakar. (instagram @aa_hits_official)

Surabaya (beritajatim.com) – Baru-baru ini tersiar kabar bahwa pemerintah akan menaikkan harga Pertalite, bahwasannya bakal naik Rp. 2.350. Dengan demikian, harga minyak bakar bersubsidi ini, per liternya akan menjadi Rp 10.000.

Informasi tersebut menyebar di berbagai platform media sosial, seperti di Instagram dan Twitter. Namun benarkah hal tersebut? Salah satunya seperti unggahan dari @makassar_iinfo ini.

“Harga Pertalite infonya bakal menjadi Rp 10.000 perliter.
Artinya ada kenaikan sebesar Rp 2.350 dari harga awal Rp 7.650 per liter.


Menanggapi ini, pihak PT Pertamina (Persero) sebut hanya melaksanakan tugas” tulis unggahan dari @makassar_iinfo, yang kini sudah mendapatkan 14.473 likes dan berbagai komentar dari warganet tersebut.

Akun yang memiliki 1,2 juta pengikut ini juga menjelaskan bahwa kabar tersebut disampaikan oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal(BPKM), Yakni Bahli Lahadalia.

Dihimpun dari sumber terpercaya bahwasannya, masyarakat diminta untuk menunggu fakta sebenarnya dari pemerintah, terkait ramainya kabar akan adanya kenaikan harga pertalite menjadi Rp 2.350 atau menjadi Rp.10.000 perliternya. Hal tersebut disampaikan oleh Irto Ginting selaku Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga.

Irto juga menjelaskan bahwasannya Pertamina tidak memiliki wewenang untuk menentukan harga, atau dengan kata lain sepenuhnya adalah wewenang dari regulator.

Tidak hanya itu, pihak Pertamina juga menegaskan bahwa harga Pertalite masih tetap sebesar Rp 7.650 sebagaimana ditentukan oleh pemerintah.

Karena banyak warganet yang merasa geram dengan informasi harga Pertalite naik, mereka menuliskan kekesalan di kolom komentar akun tersebut.

“Faktor harga minyak memang naik karena efek Ukraina sama Rusia, jadi mau gimana lagi,” tulis @analgetik03.

“Terus pajak dari rakyat lari kemana, ga bisa ya subsidi Pertalite lagi?,” tulis haryatimika.

“Pemerintah subsidi bensin 500 triliun pertahun, wajarsih naik harga juga minyak dunia lagi pada naik,” tulis @yuda.sn

“Mending turunkan saja bonus anggota dewan yang dipakai subsidi. Tapi saya tau pasti jawabannya #TidakMungkin. Siap – siap beralih ke pertamax,” tulis @richard_h4lim.

Seperti yang sudah diketahui jika keputusan kenaikan harga Pertalite harus menunggu wewenang dari pemerintah. Oleh karena itu, sebagai netizen harus bijak dalam memahami sebuah informasi. (frs/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar